Luwu – Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) 2025 salah satu bentuk nyata komitmen LDII Lamasi dalam membina generasi muda. Kegiatan yang berlangsung pada 11–13 Juli 2025 di Lapangan Sepak Bola Wiwitan, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini mengusung tema “Perhebat Karakter Pemuda Profesional Religius Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila Guna Memperkokoh Eksistensi Bangsa di Bawah Naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Pada kesempatan itu, Sekretaris PC LDII Lamasi Muhammad Arifin dalam pemaparan materinya menjelaskan terdapat tiga pilar utama meraih kesuksesan, yaitu knowledge (pengetahuan), skills (keterampilan) dan karakter.

“Khusus pada karakter, generus sejak usia dini hingga pra nikah sudah dibekali nilai-nilai luhur yang terprogram pada 29 karakter dan itu menjadi upaya LDII Lamasi untuk mencetak generasi muda yang sukses, baik di dunia maupun di akhirat” jelas Arifin, Kamis (17/7/2025).

Tidak hanya itu, Permata CAI 2025 ini juga menjadi bekal terhadap generasi muda untuk memiliki kepedulian nilai-nilai kebangsaan serta dasar negara. “Kami ingin generasi muda tidak hanya paham agama, tetapi juga berwawasan kebangsaan, sehingga bisa mengamalkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu menjaga keutuhan NKRI,” ungkap Arifin.

Sementara itu, Bidang Komunikasi Informasi dan Media (KIM) PC LDII Kecamatan Lamasi Nur Khasan yang juga hadir sebagai pemateri mengungkapkan pondasi agama berperan penting, khususnya pada zaman akhir dengan teknologi yang semakin canggih.

“Kehadiran era digital membuat hidup manusia lebih mudah, namun juga dapat menimbulkan kerusakan moral, seperti terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat Islam,” kata Khasan.

Lebih lanjut, Khasan berharap generasi muda dapat lebih bijak menyikapi derasnya arus perubahan di era digital. Bahkan, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman agar tidak mudah terbawa arus negatif yang kerap muncul seiring kemajuan teknologi.

“Betapapun besarnya tantangan dan kerusakan moral di zaman akhir para generus harus mempertahankan keimanan dan ketakwaan. Khususnya dalam menerapkan 29 karakter, sehingga menjadi pribadi yang ahli ibadah, ahli doa, dan memiliki ketakwaan yang kuat di zaman akhir,” tutupnya. (Kiki Lines Luwu).

3 thoughts on “LDII Lamasi Tekankan 29 Karakter Luhur untuk Hadapi Tantangan Zaman Akhir”
  1. Semoga apa yang menjadi cita-cita besar ini bisa tercapai dan menjadi generasi penerus yang unggul profesional religius…. Amiiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *