Luwu Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu Timur menggelar pengajian umum yang dihadiri sekitar 600 warga LDII di Masjid Baitul A’la, Dusun Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nilai-nilai Islam sekaligus mempererat silaturrahim antarwarga di tengah dinamika kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Pengajian umum tersebut mengusung tema “Memperkuat Silaturrahim untuk Kebersamaan”. Sejak pagi, ratusan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Sekretaris DPD LDII Kabupaten Luwu Timur, Drs. H. Basruddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa silaturrahim dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan religius, terutama di tengah arus modernisasi yang semakin cepat.
“Kebersamaan dan silaturrahim adalah pondasi utama menciptakan masyarakat yang harmonis. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat kesadaran ukhuwah Islamiyah serta membangun kekuatan spiritual yang kokoh di tengah warga LDII,” ujarnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian tafsir Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Mujianto. Dalam pemaparannya, ia mengulas Surah Al-Hujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara dan diperintahkan untuk saling mendamaikan serta bertakwa kepada Allah SWT.
Pemateri Ustadz Mujianto menjelaskan bahwa silaturrahim memiliki banyak hikmah besar, di antaranya dilapangkannya rezeki, dipanjangkannya umur, serta dihapuskannya dosa. Hal tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang senang agar dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.” (HR. Bukhari)
Ia juga mengutip hadits lain yang menegaskan keutamaan ukhuwah Islamiyah, yakni saling memaafkan dan menghapus dosa ketika sesama muslim saling bertemu dan berjabat tangan.
Memasuki sesi berikutnya, Ustadz Ramdi menyampaikan materi tafsir Al-Hadits. Ia mengingatkan jamaah akan pentingnya memahami hadits Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup umat Islam yang tidak terpisahkan dari Al-Qur’an.
Dalam penjelasannya, Ustadz Ramdi mengutip hadits riwayat Abdullah bin Mas’ud tentang dahsyatnya neraka Jahannam pada hari kiamat. Menurutnya, hadits berfungsi sebagai penjelas ajaran Al-Qur’an, baik berupa kabar gembira tentang surga maupun peringatan tentang siksa neraka.
“Tanpa memahami hadits dengan baik, kita akan kehilangan banyak pelajaran hidup. Hadits mengajarkan kita untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan perintah, menjauhi larangan, serta beriman dan bertakwa dengan ikhlas agar kelak dijanjikan surga oleh Allah SWT,” jelasnya.
Mengakhiri rangkaian pengajian, Ustadz Abd. Qodir Sanusi, selaku Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Luwu Timur, memberikan nasihat agama yang mendalam. Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah SWT (hablum minallah) dan dengan sesama manusia (hablum minannas).
“Sebagai umat Islam, kita harus mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang benar berdasarkan Al-Qur’an, Al-Hadits, dan ijma ulama. Dalam kehidupan sosial, kita wajib menebarkan kasih sayang, saling menghormati, serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” tuturnya.
Pengajian umum ini diharapkan menjadi momentum penguatan nilai keislaman, persaudaraan, serta kontribusi positif warga LDII dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis di Kabupaten Luwu Timur.
