Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar terus mendorong kemandirian ekonomi generasi muda melalui kegiatan edukatif dan inspiratif. Hal tersebut terlihat dalam Seminar Entrepreneur yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang (PC) LDII Biringkanaya dan PC LDII Tamalanrea, yang digelar di Masjid Babussalam, Jalan Bontoramba XV, Kota Makassar, Minggu (1/2/2026).

Ketua DPD LDII Kota Makassar yang berhalangan hadir diwakili oleh Wakil Ketua DPD LDII Kota Makassar, Sutrisno Sulaiman, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Seminar ini diikuti oleh puluhan pemuda dan pemudi LDII dari Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea dengan antusiasme tinggi.

Dalam sambutannya, Sutrisno Sulaiman mengapresiasi inisiatif PC LDII Biringkanaya dan Tamalanrea yang dinilainya sebagai langkah nyata kontribusi LDII bagi bangsa dan negara, khususnya dalam mencetak generasi muda yang mandiri secara ekonomi namun tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para generasi penerus (generus) memiliki bekal yang kuat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat saat ini. Menjadi mandiri secara ekonomi adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa,” ujar Sutrisno.

Seminar entrepreneur yang mengusung tema “Profit Dunia, Benefit Akhirat” ini menghadirkan Munawir Rani, salah satu pelaku usaha sukses di Kota Makassar, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Munawir membagikan pengalaman, tantangan, serta nilai-nilai yang ia pegang dalam membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga kebermanfaatan sosial dan spiritual.

Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu dibekali mental, keterampilan, dan etika agar mampu bertahan dan berkembang di dunia usaha yang kompetitif.

“Saya sangat berterima kasih kepada LDII yang terus berkembang dan berupaya mewujudkan generasi muda yang profesional sekaligus religius. Ini adalah fondasi penting bagi masa depan umat dan bangsa,” ungkap Munawir.

Selain sesi materi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda sharing issue, yang memberikan ruang interaksi dan komunikasi antarpeserta. Melalui forum tersebut, para pemuda dan pemudi LDII dapat saling bertukar pandangan, pengalaman, serta membangun jejaring lintas kecamatan antara Biringkanaya dan Tamalanrea. Agenda ini sekaligus menjadi sarana silaturahim dan penguatan ukhuwah antar generasi muda LDII.

Salah seorang peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan serupa mengaku sangat antusias dan memberikan respon positif.

“Hari ini sangat menyenangkan. Selain mendapatkan ilmu, kami juga bisa bertemu teman-teman baru. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus diadakan,” tuturnya.

Melalui seminar ini, LDII Kota Makassar berharap lahir generasi muda yang tidak hanya siap bersaing secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadikan nilai keimanan sebagai landasan dalam setiap langkah usaha, demi terwujudnya masyarakat yang mandiri, berakhlak, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *