Makassar – Pengurus Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menggelar pelatihan penggunaan teropong rukyat di Kompleks Dr Tajuddin Chalid, Jalan Berua Raya, Kota Makassar, Minggu (15/2/2026) siang.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis pengamatan hilal (rukyatul hilal) untuk penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, di observatorium lantai 18 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teropong yang digunakan merupakan milik DPW LDII Sulawesi Selatan dan telah dipakai selama beberapa tahun terakhir dalam pemantauan hilal 1 Ramadan dan 1 Syawal. Setiap tahunnya, tim rukyatul hilal LDII Sulsel juga menerima undangan resmi dari Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk ikut serta dalam pemantauan hilal bersama unsur pemerintah dan ormas Islam lainnya.

Biro PKD DPW LDII Sulsel menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya menjaga standar akurasi dan kesiapan teknis tim.

Rukyatul hilal membutuhkan ketelitian, pemahaman astronomi dasar, serta kesiapan alat. Karena itu, pelatihan penggunaan teropong menjadi penting agar tim semakin professional.

Menurutnya, metode rukyat yang dipadukan dengan hisab (perhitungan astronomi) merupakan pendekatan ilmiah dan syar’i yang selama ini dijalankan LDII secara konsisten.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Biro PKD serta Biro Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) DPW LDII Sulsel. Ketua Biro KIM Saiful Anan turut hadir bersama anggota kedua biro.

Sinergi dua biro ini dinilai strategis. PKD berfokus pada penguatan aspek keagamaan dan koordinasi teknis rukyat, sementara KIM bertanggung jawab atas dokumentasi dan publikasi kegiatan agar informasi terkait penentuan awal Ramadan dapat tersampaikan secara luas, akurat, dan edukatif kepada masyarakat.

Pendekatan ini mencerminkan komitmen LDII dalam membangun dakwah yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan prinsip syariat.

Rukyatul hilal merupakan bagian penting dalam penentuan awal bulan hijriah, termasuk Ramadan dan Syawal. Keikutsertaan LDII Sulawesi Selatan dalam pemantauan hilal bersama Kementerian Agama menunjukkan peran aktif organisasi tersebut dalam mendukung keputusan pemerintah yang berbasis data ilmiah dan observasi lapangan.

Pelaksanaan rukyat di Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar dipilih karena memiliki titik observasi strategis dan fasilitas yang memadai untuk pengamatan astronomi.

Melalui pelatihan teropong ini, LDII Sulsel tidak hanya mempersiapkan aspek teknis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab ilmiah dan keagamaan kepada tim rukyat. Harapannya, hasil pengamatan hilal nantinya dapat menjadi kontribusi nyata dalam proses sidang isbat dan penetapan resmi awal Ramadan 1447 Hijriah.

Dengan kesiapan alat, sumber daya manusia yang terlatih, serta sinergi internal yang solid, DPW LDII Sulawesi Selatan optimistis pelaksanaan rukyatul hilal tahun ini berjalan lancar dan memberikan manfaat dan barokah bagi umat Islam, khususnya di Sulawesi Selatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *