Makassar — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar mendukung program Pemerintah Kota Makassar Jelajah Sampah 2026 melalui kegiatan kerja bakti bersama warga Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di wilayah RW 04 Kelurahan Mannuruki tersebut diisi dengan aksi membersihkan lingkungan, termasuk mengangkat sampah dan membersihkan saluran drainase atau got yang kotor.
Ketua DPD LDII Kota Makassar, Dr. Muamar Asykur, M.Pd., M.A., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan LDII terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Kerja bakti hari ini merupakan bentuk nyata kami sebagai organisasi kemasyarakatan untuk mendukung salah satu program pemerintah Kota Makassar, yaitu Jelajah Sampah 2026,” kata Muamar.
Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, LDII tidak hanya mendorong masyarakat membersihkan lingkungan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemilahan dan pemanfaatan sampah.
“Ini bertujuan sebenarnya untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat supaya sampah itu tidak sekadar barang yang dibuang, tetapi masih bisa dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Muamar menjelaskan, sampah organik dapat diolah kembali menjadi kompos maupun eco-enzyme. Sementara sampah nonorganik masih dapat dimanfaatkan atau diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna.
“Warga LDII sebenarnya sudah sejak dulu melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini,” katanya.
Program Jelajah Sampah 2026 yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup mendorong masyarakat untuk membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap di berbagai kecamatan dan diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menuju Makassar Bebas Sampah 2029.
Di wilayah Tamalate sendiri, Jelajah Sampah 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari upaya edukasi dan aksi nyata yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Lurah Mannuruki, Edwin Pahresa, S.IP., mengapresiasi keterlibatan LDII dan masyarakat dalam mendukung program tersebut. Menurutnya, kegiatan kerja bakti menjadi bukti kontribusi nyata organisasi dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami memberikan setinggi-tingginya hormat kepada LDII Kota Makassar dan Kecamatan Tamalate karena telah berkontribusi nyata di masyarakat Kelurahan Mannuruki,” ujar Edwin.
Ia menekankan pentingnya masyarakat memahami jenis dan pengelolaan sampah, terutama sampah organik, anorganik, dan residu.
“Kami berpesan kepada warga, khususnya di Kelurahan Mannuruki ini di RW 04, untuk memperhatikan kembali sampah. Khususnya sampah organik, sampah anorganik, dan residu,” katanya.
Menurut Edwin, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan perlu dibangun mulai dari lingkungan terkecil.
“Sampah ini adalah tanggung jawab kita bersama, dan kebersihan adalah sebagian daripada iman,” ujarnya.
Kegiatan kerja bakti tersebut turut dihadiri ketua RT dan RW setempat serta jajaran pengurus DPD LDII Kota Makassar.
Melalui kolaborasi tersebut, LDII Kota Makassar mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada aksi bersih-bersih. Masyarakat diharapkan mulai membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah sehingga gerakan menjaga kebersihan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
