Makassar – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar memfasilitasi pelaksanaan iktikaf Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Baitu A’la Al-Manshurin, Kompleks Dr Tadjuddin Chalid, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/3/2026) malam.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Iktikaf menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ketua PAC LDII Kelurahan Berua, Dedy Farhan Hartono SPd mengungkapkan, pelaksanaan i’tikaf di masjid, khususnya pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, memiliki harapan dan tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas spiritual seorang Muslim.

“Untuk meraih malam Lailatul Qadar: Tujuan utama i’tikaf adalah mencari malam kemuliaan (Lailatul Qadar), yang lebih baik daripada ibadah seribu bulan,” jelasnya.

Disamping itu untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub). “Berdiam diri di masjid bertujuan untuk fokus beribadah, memutuskan sementara gangguan duniawi, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” paparnya.

Untuk meningkatkan Kualitas Ibadah. I’tikaf menjadi ajang untuk memaksimalkan amalan seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa secara intensif.

Iktikaf adalah ibadah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah, seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan berbagai amalan kebaikan lainnya. Tradisi ini secara umum dilaksanakan pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan memperoleh keutamaan malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Dalam pelaksanaannya, PAC LDII Berua mengisi kegiatan iktikaf dengan berbagai aktivitas keagamaan, di antaranya tadarrus Al-Qur’an, pengkajian hadis dari himpunan khutbah, serta nasihat agama yang bertujuan memperdalam pemahaman dan meningkatkan kualitas keimanan warga.

Selain rangkaian ibadah malam, warga LDII Berua juga melaksanakan sahur bersama sebagai bagian dari kebersamaan selama iktikaf. Pada pukul 03.00 WITA dini hari, para peserta berkumpul di lantai dasar masjid untuk menikmati santap sahur sebelum kembali melanjutkan rangkaian ibadah.

Melalui kegiatan ini, PAC LDII Berua berharap momentum sepuluh malam terakhir Ramadan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan serta memperbanyak amal ibadah.

Iktikaf tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas spiritual semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter religius, kedisiplinan, serta penguatan nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan adanya fasilitasi kegiatan iktikaf tersebut, Masjid Baitu A’la Al-Manshurin diharapkan terus menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keislaman.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *