Makassar – Semangat kepedulian sosial mewarnai pembukaan Gerai Donor Darah Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Palang Merah Indonesia Kota Makassar di halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami, Kamis (19/2/2026) malam.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan yang juga pengurus PMI Kota Makassar, Asdar Mattiro SSos MIKom, Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Wawo, serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang hadir bersama jajaran kepala dinas dan kepala badan lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Gerai Donor Darah Ramadan ini akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026, setiap pukul 17.30 hingga 22.00 WITA. Secara khusus, pelayanan donor darah aktif sejak 1 Ramadan hingga H-3 Hari Raya Idul Fitri, dimulai setelah salat Magrib hingga pukul 23.00 WITA.
Program tahunan ini menjadi langkah strategis PMI Kota Makassar dalam menjaga ketersediaan stok darah selama bulan suci. Sebagaimana diketahui, kebutuhan darah di rumah sakit cenderung tetap tinggi saat Ramadan, sementara jumlah pendonor sering mengalami penurunan.
“Tiap tahun kita selalu membuka gerai donor Ramadan di Masjid Al-Markaz. Kita berharap darah yang terkumpul bisa mencapai minimal 3.000 kantong,” ungkap Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar.
Target tersebut dinilai realistis mengingat tingginya partisipasi masyarakat Makassar dalam aksi sosial, terutama saat Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian.
Kehadiran Asdar Mattiro dalam pembukaan kegiatan ini tidak hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai bagian dari pengurus PMI Kota Makassar. Di sisi lain, posisinya sebagai Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan menunjukkan adanya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung agenda sosial.
Kolaborasi lintas lembaga dan pemerintah daerah ini mempertegas bahwa gerakan donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan kolektif untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan voucher belanja senilai Rp50.000 bagi setiap pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya di Gerai Donor Darah Masjid Al-Markaz. Selain itu, pendonor juga akan mendapatkan kupon undian doorprize yang akan diundi pada malam penutupan kegiatan.
Skema apresiasi ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda dan jamaah masjid, agar menjadikan donor darah sebagai bagian dari ibadah sosial di bulan Ramadan.
Ramadan bukan hanya bulan peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Donor darah menjadi salah satu wujud nyata kepedulian terhadap sesama, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi rutin maupun tindakan medis darurat.
Melalui Gerai Donor Darah Ramadan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, PMI Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat untuk berdonor semakin meningkat dan kebutuhan darah selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak, Makassar kembali menunjukkan diri sebagai kota yang aktif dalam gerakan kemanusiaan, menjadikan Ramadan 1447 H bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan berbagi kehidupan.
