Gowa – Komitmen memperkuat kualitas dakwah dan pembinaan umat dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gowa melalui kegiatan peningkatan kapasitas khatib di Masjid Al-Muchlis, Jalan Swadaya 2, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD LDII Kabupaten Gowa tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kompetensi para khotib dan dai dalam menyampaikan pesan keagamaan yang relevan, menyejukkan, dan membangun di tengah dinamika sosial masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, S.Ag., M.H., menjadi simbol dukungan langsung pemerintah terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang dakwah.

Dalam sambutannya, H. Jamaris menyampaikan apresiasi tinggi atas peran aktif LDII dalam membina umat melalui berbagai program pengajian, pendidikan, dan penguatan kapasitas dai. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas khotib bukan sekadar agenda rutin, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga kualitas pesan keagamaan di ruang publik.

“Khutbah dan dakwah harus mampu menghadirkan kesejukan, memberikan solusi, serta membangun optimisme umat. Karena itu, peningkatan kompetensi khotib perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti LDII menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan beragama yang harmonis dan moderat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan pesan-pesan dakwah tetap berada dalam koridor nilai kebangsaan, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Gowa, Ahmad Hadis, S.Sos., S.H., menjelaskan bahwa kajian tersebut dirancang sebagai forum penguatan kualitas SDM para khotib dan dai-daiah.

“Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas dan pendalaman materi khotib sebagai bagian dari pengembangan kompetensi berkelanjutan. Kami ingin para dai mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang bijak,” jelasnya.

Kajian yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme itu menitikberatkan pada penguatan teknik penyampaian khutbah, pendalaman materi keagamaan, serta metode dakwah yang adaptif terhadap perkembangan sosial masyarakat.

Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi diskusi dan pemaparan materi. Atmosfer kajian yang dialogis mencerminkan keseriusan peserta dalam meningkatkan kualitas diri sebagai penyampai pesan agama.

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu khutbah di masjid-masjid, tetapi juga memperkuat peran dakwah sebagai sarana membangun karakter umat yang religius.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta komitmen organisasi keagamaan, penguatan kapasitas khotib diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas kehidupan beragama di Kabupaten Gowa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *