Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) resmi berakhir dengan suasana yang dinilai sejuk, damai, dan penuh keteladanan. Munas berlangsung selama 3 hari di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta Timur pada 7-9 April 2026.
Munas X LDII bertema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”.
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro SSos MIKom, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pemilihan berjalan lancar, aman, dan menjadi contoh bagi organisasi lain di Indonesia.
Menurut Asdar, sejumlah tokoh nasional dan pejabat yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Munas tersebut. Bahkan, Menteri Haji dan Umrah disebut menyampaikan kekagumannya atas kondusivitas forum tertinggi LDII tersebut, yang dinilai mencerminkan kedewasaan berdemokrasi dalam organisasi.
“Hasil Munas menetapkan KH Dodi Taufiq Wijaya Ak MKom CA sebagai Ketua Umum LDII yang baru masa bakti 2026-2031. Ia dinilai sebagai sosok yang telah lama ditempa dan banyak belajar dari kepemimpinan sebelumnya, yakni KH Chriswanto Santoso,” ujar Asdar Mattiro di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Pergantian ini bukan tanpa dinamika. Asdar mengungkapkan, sebenarnya banyak pengurus yang berharap KH Chriswanto Santoso kembali maju. Namun, keputusan pribadi sang ketua umum sebelumnya untuk tidak mencalonkan diri lagi menjadi titik penting dalam proses regenerasi.
Dalam pernyataannya, Asdar menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi KH Chriswanto Santoso selama memimpin LDII. Ia menyebut sosok tersebut sebagai sumber inspirasi, ilmu, dan pengalaman yang akan terus menjadi bekal bagi para pengurus ke depan.
“Beliau telah memberikan fondasi kuat bagi organisasi, dan kami berharap dapat melanjutkan nilai-nilai tersebut,” tambahnya.
Kepemimpinan baru dibawah KH Dodi Taufiq Wijaya diharapkan mampu membawa LDII semakin berkembang, dan berkontribusi lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Asdar menekankan pentingnya kesinambungan visi organisasi, sekaligus inovasi dalam menjawab tantangan zaman. Ia berharap LDII dapat semakin dikenal luas sebagai organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
“Semoga kepemimpinan baru ini mampu mengibarkan panji-panji LDII lebih tinggi, memperkuat peran organisasi, dan memberi inspirasi bagi seluruh pengurus untuk bekerja lebih maksimal,” ujar Asdar.
Munas LDII 2026 menjadi bukti bahwa proses demokrasi dalam organisasi dapat berjalan dengan damai dan penuh rasa saling menghormati. Di tengah dinamika organisasi nasional, suasana sejuk seperti ini menjadi nilai penting yang patut dicontoh.
Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, Munas ini mencerminkan kedewasaan, solidaritas, serta komitmen bersama untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik di masa depan.
