Bone – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bone terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui Seminar Metode Pengajaran bagi Tenaga Pengajar TPA Al-Amin, yang digelar di Masjid Nurul Manshurin, Jalan Ahmad Yani, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/1/2026).
Seminar ini diikuti oleh para Tenaga Pengajar Generus TPA Al-Amin binaan DPD LDII Bone dan berlangsung. Kegiatan tersebut menghadirkan Nasarudin Vanath, S.Pd., Gr. sebagai pemateri utama, yang dikenal aktif dalam pengembangan metode pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Dalam pemaparannya, Nasarudin menekankan pentingnya fleksibilitas dalam proses pengajaran. Menurutnya, pengajar tidak boleh terpaku pada satu metode tertentu, melainkan harus mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan karakter, kemampuan, serta kondisi generasi penerus yang dihadapi.
“Tidak ada satu metode yang terbaik. Metode terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan generus,” ungkap Nasarudin di hadapan peserta seminar.
Pesan tersebut menjadi refleksi mendalam bagi para pengajar, bahwa keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan pendidik dalam memilih dan memadukan berbagai metode secara tepat dan kontekstual.
Suasana seminar berlangsung interaktif dan komunikatif. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi, diskusi, serta sesi refleksi bersama terkait praktik pengajaran yang selama ini mereka jalankan di lingkungan TPA. Diskusi dua arah antara pemateri dan audiens membuka ruang berbagi pengalaman sekaligus solusi atas tantangan pembelajaran yang dihadapi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Bone berharap para Pengajar Generus semakin memiliki wawasan, kreativitas, dan kesiapan dalam mendidik generasi penerus. Dengan pengajaran yang lebih efektif dan humanis, proses pembelajaran diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan berlandaskan 29 Karakter Luhur yang menjadi nilai utama pembinaan di likungan LDII.
Seminar ini sekaligus menegaskan peran strategis tenaga pengajar sebagai ujung tombak dalam membentuk kualitas generasi masa depan, sehingga pembinaan generus tidak hanya berorientasi pada aspek keilmuan, tetapi juga karakter dan akhlak.
