Bulukumba – Upaya membangun generasi muda yang professional dan religius terus dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bulukumba. Sekaitan dengan itu, LDII Bulukumba menggelar pengajian rutin bulanan bagi generasi muda di Masjid Babul Barokah, Kalumeme, Kabupaten Bulukumba, Minggu (25/1/2026).

Pengajian ini diikuti peserta dari beragam latar usia, mulai dari pelajar tingkat sekolah menengah pertama hingga pemuda yang telah memasuki usia mandiri. Antusiasme peserta menjadi cerminan bahwa ruang-ruang pembinaan keagamaan masih memiliki daya tarik kuat di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang kerap menjauhkan generasi muda dari pendalaman nilai-nilai spiritual.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, H. Andi Aziz, S.Pd.I., hadir sebagai pemateri utama dengan mengangkat tema “Tata Cara Perawatan Jenazah”. Materi ini dipilih sebagai bentuk pembekalan praktis agar generasi muda tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang meneguhkan suasana khidmat. Memasuki sesi inti, H. Andi Aziz menjelaskan secara runtut tahapan perawatan jenazah, mulai dari proses memandikan, mengkafani, hingga tata cara menyalatkan jenazah. Seluruh materi disampaikan dengan merujuk pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Menurut H. Andi Aziz, pemahaman tentang perawatan jenazah merupakan bagian penting dari fardhu kifayah yang perlu dikuasai umat Islam, termasuk generasi muda. Ia menilai, keterampilan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik semua yang hadir. Di tengah tantangan zaman saat ini, ketika minat generasi muda terhadap pendalaman agama cenderung menurun, kehadiran kalian menjadi harapan besar,” ujar H. Andi Aziz.

Lebih jauh, ia berharap kegiatan semacam ini dapat melahirkan generasi muda yang tangguh secara spiritual, matang secara emosional, dan siap berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, pembinaan karakter berbasis nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.

“Saya sangat berharap agar generasi muda bisa muncul di segala lini, sebagai tumpuan harapan menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya menutup sesi pengajian.

Melalui pengajian rutin ini, LDII Bulukumba menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda agar tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan spiritual sebagai bekal menghadapi masa depan bangsa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *