Makassar – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Makassar menggelar kegiatan “Ngaji Bareng dan Buka Bersama” Generasi Penerus (Generus) LDII se-Kota Makassar, Minggu (22/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Roudhotul Jannah, Kompleks Dr. Tadjuddin Chalid, Jalan Berua Raya, Makassar.
Sekitar 600 generus dari berbagai jenjang usia — mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga remaja yang telah bekerja — memadati masjid sejak sore hari. Kegiatan ini menjadi momentum strategis mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan menjelang Ramadan.
Acara diisi dengan pembacaan dan pendalaman Al-Qur’an, penyampaian dalil-dalil keagamaan, serta nasihat agama yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa hingga waktu berbuka puasa tiba.
Ketua DPD LDII Kota Makassar, Dr Muammar Asykur MPd MA, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari upaya sistematis membangun karakter religius generasi muda.
“Kegiatan ngaji bareng dan buka bersama ini bertujuan menanamkan pemahaman agama, khususnya terkait target-target yang harus diraih selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang utuh agar Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas menahan lapar dan dahaga, tetapi sebagai sarana peningkatan kualitas ibadah.
Dalam pembinaannya, LDII Kota Makassar menekankan lima target utama Ramadan yang harus dicapai setiap generus, yaitu pertama, sukses puasanya – menjalankan puasa secara sah, tertib, dan penuh keikhlasan. Kedua, sukses shalat tarawihnya – menjaga konsistensi ibadah malam selama Ramadan. Ketiga, sukses membaca Al-Qur’annya – meningkatkan intensitas dan kualitas tilawah serta pemahaman maknanya. Keempat, sukses meraih pahala Lailatul Qadar – mengoptimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir. Kelima, sukses menunaikan zakat fitrah – menunaikan kewajiban dengan tepat waktu dan sesuai ketentuan syariat.
Kelima target tersebut dirancang sebagai panduan praktis agar generasi muda memiliki arah yang jelas dalam menjalani Ramadan.
“Ramadan harus menjadi momentum transformasi diri. Bukan hanya tahu berpuasa, tetapi benar-benar mengamalkan amalan wajib dan sunnah secara maksimal,” tegas Muammar.
Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi generasi muda LDII di Makassar. Di tengah arus digitalisasi dan tantangan sosial yang semakin kompleks, pembinaan berbasis masjid dinilai penting untuk menjaga akhlak dan identitas keislaman generasi penerus.
Melalui program pembinaan intensif menjelang Ramadan ini, DPD LDII Kota Makassar berharap para generus semakin solid, berakhlak mulia, serta mampu menjadikan Ramadan 2026 sebagai titik tolak peningkatan spiritualitas dan kualitas diri.
Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan berkelanjutan, LDII Makassar optimistis generasi mudanya siap menyongsong Ramadan dengan lebih terarah, produktif, dan penuh kebarokahan.
