Makassar – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 secara hybrid di Makassar, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini disiarkan langsung dari Kantor DPP LDII, Senayan, Jakarta, dengan mengusung tema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII Untuk Bangsa”.

Rapimnas menjadi momentum strategis menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan untuk memastikan kesinambungan program dan penguatan peran organisasi dalam pembangunan nasional.

Dalam laporannya, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa saat ini DPW LDII Sulsel membawahi 22 DPD kabupaten/kota, 92 Pimpinan Cabang (PC), dan 99 Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Alhamdulillah, hingga saat ini koordinasi dan konsolidasi organisasi berjalan dengan baik dan solid di seluruh jajaran,” ujarnya.

Ia memaparkan sejumlah program strategis yang telah dilaksanakan sepanjang 2025–2026. “Pelaksanaan CKG di 20 DPD kabupaten/kota sebagai penguatan konsolidasi dan pembinaan organisasi,” ujar Asdar.

Kegiatan “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” di Taman Makam Pahlawan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, sebagai wujud kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Pembinaan generasi muda, penguatan delapan klaster pengabdian, serta peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah.

Memasuki 2026, DPW LDII Sulawesi Selatan akan menitikberatkan program kerja pada dukungan terhadap Asta Cita Presiden, khususnya poin keenam terkait mitigasi. Salah satu langkah konkret yang akan dijalankan adalah gerakan penanaman pohon secara masif di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran ormas Islam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Setelah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh DPD se-Sulawesi Selatan, DPW LDII Sulsel menyampaikan dua rekomendasi kepada DPP LDII. Pertama, menyetujui pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) LDII ke-X pada 7–9 April 2026. Kedua, apabila terdapat kendala sehingga Munas belum dapat dilaksanakan pada tanggal tersebut, maka DPW LDII Sulsel merekomendasikan penundaan dan memberikan mandat kepada DPP LDII untuk menetapkan waktu pelaksanaan sesuai situasi dan kondisi yang berkembang.

DPW LDII Sulsel juga menyampaikan doa dan apresiasi kepada jajaran pimpinan pusat atas dedikasi dan pembinaan yang berkelanjutan kepada wilayah.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Ir KH Chriswanto Santoso MSc, menegaskan Rapimnas harus dimaknai sebagai kesempatan emas untuk memaksimalkan pengabdian di akhir masa jabatan kepengurusan saat ini.

“Rapimnas ini harus kita maknai sebagai momentum untuk melakukan do the best,” tegas Chriswanto Santoso.

Menurutnya, melakukan yang terbaik bukan sekadar menyelesaikan program kerja, tetapi memastikan setiap kebijakan dan langkah organisasi memberikan dampak jangka panjang.

“Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi selanjutnya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya meninggalkan warisan positif berupa sistem organisasi yang tertata, budaya kerja yang solid, serta kesinambungan kepemimpinan yang terjaga. Di akhir masa jabatan ini, ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah dan wibawa LDII di tingkat nasional.

Rapimnas LDII 2026 pun bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan panggung konsolidasi nasional untuk memastikan kontribusi nyata organisasi dalam membangun bangsa, memperkuat karakter generasi muda, serta menjaga harmoni sosial dan lingkungan di Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *