Luwu – Memasuki fase paling sakral dalam bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu memadati Masjid Al Muttaqien di Jalan Pramuka, Belopa, Kabupaten Luwu pada Selasa malam (10/3/2026).

Sekitar 250 jamaah larut dalam suasana khusyuk menjalankan ibadah i’tikaf perdana di sepuluh malam terakhir Ramadan, dalam upaya meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Sejak usai salat Isya, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema memenuhi ruang masjid. Jamaah yang berasal dari berbagai wilayah sekitar Belopa tampak tekun mengikuti rangkaian ibadah yang berlangsung hingga dini hari. Kegiatan diisi dengan tadarus Al-Qur’an, zikir, serta shalat malam (qiyamul lail) yang dilakukan secara berkesinambungan hingga pukul 03.00 WITA.

Atmosfer religius yang tercipta tidak hanya mencerminkan kedalaman spiritual, tetapi juga menunjukkan semangat kolektif warga dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan, fase yang diyakini penuh dengan limpahan rahmat, ampunan, dan kebaikan.

Ketua DPD LDII Kabupaten Luwu, Muchlisin, S.Sos, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme jamaah yang mengikuti i’tikaf dengan penuh disiplin dan ketertiban.

“Kami sangat bersyukur melihat disiplin dan ketertiban warga yang bertahan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga jam 3 pagi tadi. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengejar keutamaan sepuluh malam terakhir,” ujarnya.

Menurutnya, i’tikaf bukan sekadar aktivitas ibadah rutin, melainkan momentum penting untuk memperbaiki kualitas spiritual sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah SWT di penghujung Ramadan.

Kebersamaan dalam Ibadah dan Sahur

Tidak hanya berfokus pada ibadah individual, kegiatan iktikaf ini juga menjadi ruang mempererat kebersamaan. Setelah rangkaian ibadah selesai, jamaah melanjutkan dengan sahur bersama di area masjid. Suasana hangat penuh kekeluargaan tampak saat ratusan warga duduk bersama menikmati hidangan sebelum menunaikan puasa keesokan harinya.

Interaksi sosial yang terbangun selama kegiatan ini memperlihatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga tentang memperkuat hubungan horizontal antar sesama manusia.

Muchlisin menegaskan bahwa kegiatan iktikaf ini akan terus dilaksanakan setiap malam hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami berharap semangat ini tidak luntur. Semoga hingga malam terakhir nanti, seluruh jamaah tetap khusyuk melaksanakan iktikaf ini demi meraih rida Allah dan keberkahan Lailatul Qadar,” tambahnya.

Dengan pengamanan mandiri yang tertib serta kebersihan masjid yang senantiasa terjaga, Masjid Al Muttaqien diharapkan menjadi pusat peningkatan spiritualitas bagi warga LDII di Kabupaten Luwu selama sisa Ramadan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kebersamaan masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan modern, iktikaf menjadi oase spiritual yang menenangkan sekaligus menguatkan keimanan.

Iktikaf yang dilakukan warga LDII Luwu ini menjadi refleksi kesungguhan dalam memanfaatkan momentum terbaik Ramadan, menjemput malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *