Bantaeng – Dalam upaya mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat komunikasi lintas elemen keumatan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bantaeng melaksanakan silaturahmi ke tokoh agama, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar LDII dalam membangun sinergi kekeluargaan yang harmonis dan berkelanjutan.

Ketua DPD LDII Bantaeng, Hanafi, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa silaturahim tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan strategi komunikasi jangka panjang yang memiliki nilai strategis bagi pembinaan umat.

“Silaturahim ini merupakan bentuk komitmen LDII untuk terus membangun hubungan baik dengan para tokoh agama dan elemen masyarakat. Sinergi ini penting agar pembinaan umat dapat berjalan selaras dan kerukunan tetap terjaga,” ujar Hanafi.

Menurutnya, LDII Bantaeng menempatkan silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menyamakan visi keumatan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantaeng Periode 2020–2025, Dr. Gafrawi Kadir, M.H., menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya regenerasi dan keterlibatan pemuda dalam organisasi keagamaan.

Ia mengangkat sebuah nilai filosofis yang sarat makna, yakni falsafah daun gugur, sebagai refleksi perjalanan organisasi.

“Dalam organisasi harus mengedepankan falsafah daun gugur, yakni kerelaan menggugurkan daun lama demi tumbuhnya daun baru yang lebih segar dan berkembang. Pemuda adalah tonggak perjuangan umat di masa depan,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan generasi muda untuk melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat pembaruan dan keikhlasan.

Kegiatan silaturahmi ini menegaskan peran aktif LDII Bantaeng dalam membina hubungan sosial yang harmonis, inklusif, dan kolaboratif dengan berbagai unsur masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi LDII dalam menciptakan iklim keagamaan yang sejuk dan konstruktif.

Lebih dari sekadar hubungan sosial, silaturahmi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Ia diyakini mampu memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Dengan menjadikan silaturahmi sebagai budaya organisasi, LDII Bantaeng berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat, serta memperkuat persatuan umat dalam bingkai kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *