Bantaeng — Materi 8 Klaster Pengabdian LDII untuk Bangsa menjadi bahasan utama dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar DPD LDII Kabupaten Bantaeng. Peserta diajak memahami peran strategis organisasi dalam menjawab kebutuhan bangsa melalui kontribusi nyata di delapan bidang. Kegiatan LDK berlangsung di Masjid Nurul Mahmud, Desa Lonrong, Minggu 19 April 2026.

Ketua DPD LDII Bantaeng, Hanafi, S.Pd., M.M., yang membawakan materi menegaskan bahwa kader muda harus paham arah pengabdian LDII agar kepemimpinan yang dijalankan tidak lepas dari visi kebangsaan.

Delapan klaster tersebut meliputi wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan. Hanafi mengupas satu per satu klaster dengan contoh program yang sudah dan bisa dijalankan di tingkat PC dan PAC.

“Klaster ini bukan sekadar konsep. Ini panduan kerja. Pemimpin muda LDII harus bisa menerjemahkan delapan klaster ini menjadi program kerja yang menyentuh masyarakat,” ujar Hanafi di hadapan peserta LDK. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang agar dampak pengabdian lebih luas.

Pada sesi materi, peserta dituntut untuk mampu merancang rencana aksi sederhana yang bisa diimplementasikan di wilayah masing-masing. Mulai dari pengajian rutin untuk klaster keagamaan, hingga digital marketing bagi UMKM UB Barokah warga LDII pada klaster ekonomi syariah.

Hanafi juga mengaitkan delapan klaster dengan pembinaan karakter luhur. Menurutnya, program sebaik apa pun akan timpang jika tidak dijalankan dengan kejujuran, amanah, kerja keras, serta semangat rukun dan kompak. LDK ini sengaja meramu aspek manajerial dan akhlak agar lahir pemimpin yang utuh.

Peserta mengaku materi delapan klaster membuka wawasan baru. “Ternyata ruang pengabdian kita luas sekali. Tidak hanya di masjid, tapi juga soal pangan, lingkungan, sampai teknologi. Jadi makin semangat bikin program,” kata Arjun, salah satu peserta usai materi selesai.

LDII Bantaeng menargetkan seluruh alumni LDK mampu menjadi motor penggerak delapan klaster di tingkatannya. Dengan pemahaman yang sama, diharapkan regenerasi kepemimpinan berjalan berkelanjutan dan kontribusi LDII untuk bangsa makin terasa di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *