Bone — Hari terakhir Asrama Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) 2025 ditutup dengan cara yang tidak biasa namun sarat makna: long march tanpa alas kaki atau yang dikenal dengan istilah “nyeker”. Kegiatan ini menjadi penutup yang meriah sekaligus menggugah, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Dimulai pukul 06.00 WITA, para peserta bersama panitia memulai perjalanan dari Masjid Baitul Muttaqin, Majang, menuju Stadion La Patau Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (27/7/2025).
Perjalanan ini menempuh waktu sekitar 20 menit, dan dilakukan sepenuhnya tanpa alas kaki—sebuah langkah simbolik yang mencerminkan kekuatan, ketangguhan, dan semangat kebersamaan.
Berbeda dari long march pada umumnya, konsep “nyeker” ini bukan sekadar bentuk fisik, tapi juga menyimpan pesan mendalam. Selain memberikan pengalaman yang unik dan berkesan bagi peserta yang mayoritas berasal dari generasi Z, kegiatan ini juga membawa manfaat kesehatan seperti memperkuat otot kaki serta menjaga postur dan keseimbangan tubuh.
Long march ini menjadi penutup simbolik dari rangkaian kegiatan Permata CAI 2025. Lebih dari sekadar kegiatan fisik, ini adalah perjalanan singkat yang sarat nilai—menanamkan semangat juang, kesederhanaan, dan kebersamaan yang akan menjadi bekal berharga bagi para peserta saat kembali ke lingkungan masing-masing.
Dengan penuh semangat dan kaki yang kokoh menjejak tanah, peserta Permata CAI 2025 menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan langkah yang kuat—baik secara harfiah maupun maknawi.
Good