Maros – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Maros menggelar pengajian umum yang diikuti sekitar 400 warga LDII di Masjid Miftahul Jannah di Jalan Bambu Runcing, Kecamatan Turikale, Sulawesi Selatan pada Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung tersebut menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat jaringan organisasi di kalangan warga LDII di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep.
Pengajian umum ini menghadirkan sejumlah pemateri dari pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Selatan yang membawakan berbagai materi, mulai dari tafsir Al-Qur’an, pembinaan organisasi, hingga nasihat keagamaan menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian tafsir Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Junaedi SPd selaku Ketua Biro Pendidikan dan Dakwah DPW LDII Sulawesi Selatan. Dalam pemaparannya, ia mengajak jamaah memahami makna mendalam dari Surah Al-Qadr yang menjelaskan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar.
Menurutnya, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang memiliki nilai ibadah luar biasa bagi umat Islam. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan atau setara lebih dari 83 tahun.
“Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk bersungguh-sungguh meningkatkan ketaatan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan, salah satunya dengan melaksanakan i’tikaf di masjid,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap makna Al-Qur’an diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek teori, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kualitas ibadah dan akhlak.
Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan materi keorganisasian oleh Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Muh. Supriadi SPd MPd. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk ibadah sosial.
Menurut Supriadi, Ramadan bukan hanya bulan untuk memperbanyak ibadah pribadi, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.
Selain itu, ia juga mengajak warga LDII untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana dakwah. “Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan kebaikan dan dakwah Islam kepada masyarakat luas. Karena itu, warga LDII perlu memanfaatkan platform digital secara bijak dan positif,” ujarnya.
Mengakhiri rangkaian pengajian, Sekretaris Dewan Penasihat DPW LDII Sulawesi Selatan, Rahmat Wahid, menyampaikan nasihat agama kepada seluruh peserta.
Dalam pesannya, ia mengingatkan jamaah agar selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan tahun ini.
Menurutnya, rasa syukur tersebut harus diwujudkan dengan memperbanyak amal ibadah selama bulan suci.
Ia juga mengingatkan kembali salah satu program pembinaan LDII yang dikenal sebagai Program 5 Sukses Ramadan, yaitu sukses menjalankan puasa sebulan penuh, sukses melaksanakan salat tarawih, sukses membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an, sukses melaksanakan i’tikaf untuk mencari malam Lailatul Qadar, dan sukses menunaikan zakat.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi warga LDII dalam memaksimalkan ibadah selama Ramadan.
Pengajian umum ini menjadi sarana penting bagi warga LDII di Kabupaten Maros untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi organisasi serta mendorong warga untuk lebih aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial di tengah masyarakat.
Dengan berbagai materi yang disampaikan oleh para pemateri yang kompeten, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek ibadah, kehidupan sosial, maupun dalam berorganisasi.
Melalui kegiatan seperti ini, LDII Maros berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah kehidupan bermasyarakat.
