Pangkep – Semangat kebersamaan lintas organisasi dan umat beragama diwujudkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui bakti sosial sunatan massal. Sebanyak 45 siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu mengikuti kegiatan yang digelar di Ruang Gedung Bundar, Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Selasa (11/8/2026).
Bakti sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema “Menebar Cinta dan Kasih Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Rukun”, kegiatan melibatkan FKUB Pangkep, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkep, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan.
Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pangkep, H. Ahyard, S.Pd., turut mengambil peran penting. Sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Satuan Pendidikan (K3SP) Kecamatan Pangkajene sekaligus salah satu panitia, Ahyard membantu mengoordinasikan pendataan dan pencarian calon peserta sunatan massal.
Ketua LDII Pangkep Bantu Pastikan Peserta Tepat Sasaran
Peran Ahyard dilakukan melalui koordinasi dengan satuan pendidikan di Kecamatan Pangkajene. Pendataan diarahkan agar anak-anak yang mengikuti kegiatan benar-benar merupakan siswa aktif dan berasal dari keluarga yang membutuhkan.
Sebanyak 45 siswa sekolah dasar kemudian mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut. Pihak K3SP Kecamatan Pangkajene memberikan dukungan administratif dan koordinasi agar para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Langkah tersebut membuat kegiatan sosial tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta, tetapi juga memastikan manfaatnya diberikan kepada anak-anak yang memang membutuhkan.
Bagi Ahyard, keterlibatan dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Posisi di lingkungan pendidikan juga memberikan ruang untuk menghubungkan kebutuhan siswa dengan berbagai program sosial yang tersedia.
Kolaborasi Lintas Agama untuk Generasi Sehat
Sunatan massal yang digelar FKUB Pangkep memperlihatkan bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
Keterlibatan FKUB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi keagamaan, dan unsur masyarakat menjadi contoh bahwa persoalan sosial dapat ditangani melalui kerja bersama.
Bagi anak-anak peserta, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung. Mereka memperoleh layanan sunatan tanpa harus membebani keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Lebih dari layanan kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan pesan sosial bahwa kepedulian tidak mengenal sekat agama maupun organisasi.
Dari Pendidikan untuk Kepedulian Sosial
Sebagai Ketua K3SP Kecamatan Pangkajene, Ahyard memiliki perhatian terhadap kondisi siswa di wilayah tersebut. Pendataan calon peserta menjadi salah satu bentuk kontribusi dari lingkungan pendidikan untuk memastikan program sosial dapat menjangkau penerima manfaat yang tepat.
Keterlibatan Ketua LDII Pangkep dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa peran organisasi keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan agenda pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Semangat tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni menebarkan cinta dan kasih untuk membangun generasi yang sehat sekaligus memperkuat kerukunan.
Di tengah momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, bakti sosial ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata: membantu sesama, membuka akses pelayanan bagi keluarga yang membutuhkan, dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Dari Pangkep, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kerukunan tidak hanya dibangun melalui dialog, tetapi juga melalui kerja bersama yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
