Luwu Timur – Semangat gotong royong menjadi penggerak Gerakan Kerja Bakti Nasional 2026 yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu Timur. Ratusan warga dan pengurus LDII bergotong royong membersihkan area Masjid Baitul A’la di Dusun Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Minggu (9/8/2026).
Mengusung tema “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri”, kegiatan tersebut tidak sekadar menyasar kebersihan lingkungan masjid. Kerja bakti menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian sosial, ukhuwah, dan semangat pengabdian masyarakat melalui tindakan sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Sejak pagi, warga bersama pengurus LDII membersihkan lingkungan masjid, merapikan halaman, serta melakukan perawatan sejumlah sarana ibadah. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sambil membentangkan spanduk Gerakan Kerja Bakti Nasional 2026.
Ketua DPD LDII Kabupaten Luwu Timur, Ir H Basri Kambatu, MM, bersama Sekretaris DPD LDII Luwu Timur, Drs H Basruddin Peruge, turut memimpin kegiatan tersebut.
Kerja Bakti Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Basri Kambatu mengatakan kerja bakti memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebersihan lingkungan. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk latihan pengabdian yang dimulai dari lingkungan terdekat.
“Tema Kerja Bersama Bakti untuk Negeri mengingatkan kita bahwa membangun negeri dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk masjid kita. Dengan kerja bersama, insyaAllah hasilnya lebih berkah dan membawa manfaat untuk jamaah serta warga sekitar,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan gotong royong sebagai bagian dari kontribusi sosial. Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang yang perlu dijaga bersama agar tetap bersih, nyaman, dan mampu mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Bagi warga, kerja bakti juga menjadi kesempatan untuk bertemu, berinteraksi, dan memperkuat hubungan sosial. Nilai kebersamaan yang tumbuh dari aktivitas sederhana tersebut menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang peduli terhadap fasilitas umum.
Masjid sebagai Pusat Kepedulian Umat
Sekretaris DPD LDII Luwu Timur, H. Basruddin Peruge, mengatakan LDII akan terus mendukung kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Masjid Baitul A’la ini menjadi pusat kegiatan umat. Melalui kerja bakti ini kita wujudkan masjid yang bersih, nyaman, dan menjadi teladan kepedulian umat,” katanya.
Menurut dia, menjaga fasilitas ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kegiatan kerja bakti diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan merawat lingkungan secara berkelanjutan.
Warga Dusun Pabeta menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah Masjid Baitul A’la, tetapi juga masyarakat di sekitar masjid.
Gotong Royong sebagai Wujud Pengabdian kepada Negeri
Gerakan Kerja Bakti Nasional 2026 dilaksanakan secara serentak oleh DPD LDII di berbagai daerah di Indonesia. Di Luwu Timur, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian melalui kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas masyarakat.
Bagi LDII Luwu Timur, pengabdian kepada negeri tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Merawat lingkungan, menjaga kebersihan rumah ibadah, membantu masyarakat, dan membangun budaya gotong royong merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan dari lingkungan masing-masing.
Semangat itu sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan warga dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya.
Melalui Gerakan Kerja Bakti Nasional 2026, LDII Luwu Timur berupaya menerjemahkan semangat “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” ke dalam tindakan nyata: bekerja bersama, menjaga lingkungan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, kerja bakti tidak berhenti pada halaman masjid yang bersih. Ia menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan bentuk sederhana dari pengabdian kepada negeri.
