Makassar — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menggelar Konsolidasi Biro dan Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) LDII se-Sulawesi Selatan secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor DPW LDII Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, berlangsung mulai pukul 08.20 hingga 16.30 WITA. Konsolidasi tersebut menjadi ruang bagi jajaran KIM LDII untuk memperkuat komunikasi dan peran organisasi di tengah perubahan lanskap informasi digital.
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Muhammad Hasrul Hasan, S.E., M.M., Ketua DPP LDII H. Rully Kuswahyudi, S.Sos., Ketua Departemen KIM DPP LDII Ludhy Cahyana, S.Sos., M.I.K., serta Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom., bersama jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Muhammad Hasrul Hasan menekankan bahwa konsolidasi KIM tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Menurut dia, forum tersebut penting untuk membangun kolaborasi sekaligus memperkuat semangat menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menilai perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital membuat tantangan komunikasi semakin kompleks. Di tengah kondisi tersebut, disinformasi dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dapat menyebar dengan cepat.
“Saya berharap LDII dapat menjadi bagian penjernih informasi di tengah masyarakat. Jangan hanya jadi penyebar informasi, tetapi menjadi pihak yang memastikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Muhammad Hasrul Hasan.
Menurut dia, kemampuan masyarakat membedakan informasi yang benar dan tidak benar menjadi semakin penting. Karena itu, literasi media dan literasi digital perlu terus diperkuat, termasuk kepada generasi muda.
Ia berharap LDII turut mendorong anak-anak dan remaja agar semakin cerdas dalam mengonsumsi media. Selain media digital, masyarakat juga perlu memahami peran media penyiaran, seperti televisi dan radio, yang memiliki potensi menghadirkan konten hiburan, keagamaan, dan kebangsaan.
Muhammad Hasrul Hasan juga mengingatkan pentingnya memperhatikan pedoman dalam penyiaran, termasuk Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Pedoman tersebut menjadi salah satu acuan dalam penyelenggaraan isi siaran.
KIM LDII Didorong Jadi Penghubung Organisasi dan Masyarakat
Lebih jauh, Ketua KPI Pusat mendorong jajaran KIM dan lini media LDII untuk mengambil peran sebagai penghubung antara organisasi dan masyarakat.
Menurut dia, komunikasi yang sehat perlu dibangun melalui informasi yang benar, penyampaian yang santun, serta karya jurnalistik dan media yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap KIM dan lini LDII dapat menjadi penghubung antara organisasi dan masyarakat. Dibangun komunikasi yang sehat, informasi yang benar, komunikasi yang santun, dengan karya dari teman-teman lini LDII yang memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Dorongan tersebut menempatkan kerja komunikasi bukan sekadar persoalan menyampaikan kegiatan organisasi. Lebih dari itu, komunikasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi yang dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan di tengah masyarakat.
Di tengah perubahan pola konsumsi informasi, ia juga mendorong KIM dan lini media LDII tidak hanya aktif melalui media digital, media sosial, dan website. Jajaran KIM juga dinilai dapat mengambil bagian dalam perkembangan dunia penyiaran.
Ia menyebut adanya peluang pengembangan di bidang radio serta perubahan teknologi televisi dari sistem analog menuju digital dan perkembangan teknologi yang mengintegrasikan tayangan berbasis internet.
“Teman-teman KIM dan lini LDII dapat mengambil peran dalam dunia penyiaran,” ujarnya.
Memperkuat Peran Media di Tengah Perubahan Teknologi
Pesan yang disampaikan dalam konsolidasi tersebut menunjukkan bahwa tantangan komunikasi organisasi kini tidak berhenti pada kemampuan memproduksi dan menyebarkan konten. Kecepatan arus informasi juga menuntut kemampuan untuk memilah, memeriksa, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
Bagi pengelola komunikasi organisasi, perkembangan media digital membuka ruang yang semakin luas untuk menyampaikan informasi kepada publik. Namun, ruang yang semakin luas itu juga membawa tanggung jawab untuk menjaga akurasi, etika, dan kualitas informasi.
Konsolidasi KIM LDII se-Sulawesi Selatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan jajaran komunikasi organisasi menghadapi perubahan tersebut. Peran KIM tidak hanya berkaitan dengan publikasi kegiatan, tetapi juga bagaimana komunikasi organisasi dapat membangun hubungan yang sehat dengan masyarakat melalui informasi yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah menyampaikan sambutannya, Muhammad Hasrul Hasan secara resmi membuka kegiatan Konsolidasi KIM LDII se-Sulawesi Selatan.
“Bismillahirrahmanirrahim, saya buka kegiatan Konsolidasi KIM se-Sulawesi Selatan,” ujar Ketua KPI Pusat.
