Makassar – Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sekaligus Koordinator Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, Rulli Kuswahyudi, mendorong pengurus KIM dan Lines di daerah untuk lebih aktif mengelola media sebagai sarana menyampaikan informasi kegiatan.

Hal tersebut disampaikan Rulli dalam kegiatan Konsolidasi KIM & Lines se-Sulawesi Selatan yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Selatan secara daring melalui Zoom Meeting, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 22 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII se-Sulawesi Selatan.

Dalam pemaparannya, Rulli menekankan pentingnya mengaktifkan pengurus Lines melalui kegiatan sederhana yang dapat memperkuat hubungan antarpengurus sekaligus melahirkan ide-ide baru. Menurutnya, kegiatan tidak harus berskala besar, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti membagikan Majalah Nuansa kepada RT dan RW sebagai sarana menjalin silaturahmi.

“Kegiatannya tidak harus besar. Bisa berupa majalah Nuansa, kemudian kita berikan kepada RT/RW dalam rangka menjalin silaturahim,” ujar Rully.

Ia juga mendorong pengurus LDII untuk memanfaatkan berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Kehadiran dalam kegiatan seperti buka puasa bersama, peringatan kemerdekaan, kerja bakti, maupun kegiatan sosial lainnya dinilai dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan hubungan dengan masyarakat.

Terkait audiensi dengan pemerintah maupun aparat, Rulli meminta pengurus tidak merasa malu untuk memulai komunikasi. Ia mencontohkan cara pengurus LDII di Toraja yang mempersiapkan diri sebelum melakukan audiensi dengan membaca Majalah Nuansa dan memahami isu yang relevan dengan kondisi daerah.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuat audiensi lebih mudah diterima karena pembahasan yang disampaikan menunjukkan pemahaman terhadap kondisi daerah. “Jangan malu memulai,” tegasnya.

Rully juga menekankan pentingnya pengelolaan website dan media sosial secara konsisten. Menurutnya, aktivitas media LDII tidak hanya bertujuan memberitakan kegiatan internal, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan LDII kepada masyarakat secara lebih luas.

“Media harus punya kecepatan untuk memberitakan yang informatif dan kreatif. Kita manfaatkan website kita sebaik mungkin dan mengenali generasi di luar, kemudian memahamkan mereka bahwa LDII seperti ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, hubungan dengan masyarakat perlu dibangun secara berjenjang, mulai dari RT dan RW hingga kepala desa, kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat. Media juga dapat berperan dalam membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat melalui wawancara dan pemberitaan.

Rully mengapresiasi aktivitas media sosial LDII Sulawesi Selatan yang tidak hanya dilakukan di tingkat DPW, tetapi juga telah berjalan di tingkat PC dan PAC. Ia mendorong setiap daerah untuk terus membagikan dokumentasi dan video kegiatan agar aktivitas LDII dapat diketahui masyarakat.

Menurutnya, pemberitaan yang konsisten dan informatif dapat mendukung kelancaran aktivitas warga LDII, membangun citra, serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap LDII sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang moderat dan memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.

Dengan demikian, penguatan KIM dan Lines di setiap daerah menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka antara LDII dan masyarakat, sekaligus memastikan berbagai kegiatan positif LDII dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *