Luwu Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Generasi Muda Meniti Cita-Cita untuk Meraih Sukses Dunia, Sukses Karakter, dan Sukses Akhirat” di Masjid Baitul A’la, Dusun Pabeta, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini diikuti muda-mudi pranikah usia 17 tahun ke atas. Seluruh peserta mengikuti acara bersama dalam satu ruangan, mulai dari pemaparan materi dan diskusi kelompok hingga penutupan.

Sapaan “Semangat pagi!” yang dijawab serempak “Luar biasa!” membuka sesi materi dan langsung menghidupkan suasana.

Ketua DPD LDII Kabupaten Luwu Timur, Ir. H. Basri Kambatu, hadir sebagai pemateri. Dengan gaya interaktif, ia mengajak peserta mengangkat tangan dan menjawab bersama. “Ada tiga bekal untuk menjadi pemenang. Pertama, berusaha menjadi yang terbaik dengan kompetensi yang mumpuni. Kedua, berpikir inovatif. Ketiga, berani tampil berbeda dari orang lain,” ujar Basri.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan formal penting, tetapi perlu diimbangi pembentukan karakter. “Pendidikan karakter melalui organisasi dan pembinaan ikut membentuk perjalanan hidup saya hingga saat ini,” ungkap Basri

Pesan itu sejalan dengan tema FGD, yaitu cita-cita yang tidak hanya mengejar keberhasilan dunia, tetapi juga membangun karakter dan bekal akhirat.

FGD ini menjadi wadah bagi muda-mudi untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, berbagi gagasan, dan mengungkapkan kendala yang mereka hadapi dalam meniti cita-cita. Dengan berdiskusi dalam kelompok, peserta saling bertukar sudut pandang sehingga suasana diskusi semakin hidup dan komunikasi tumbuh dengan sehat.

Dalam pemaparan hasil diskusi, perwakilan kelompok menyampaikan sejumlah tantangan yang kerap dihadapi generasi muda. Di antaranya komunikasi dengan orang tua yang belum terbuka, kebiasaan berkata kasar dalam pergaulan, dan kecanduan bermain gim yang menyita waktu serta menjauhkan mereka dari keluarga dan lingkungan.

Dari persoalan tersebut, peserta merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan orang tua, sehingga hubungan di dalam keluarga semakin hangat dan saling menguatkan.

Kemudian, membiasakan tutur kata yang baik dan meninggalkan kata-kata kasar dalam pergaulan sehari-hari. Lalu, mengatur waktu bermain gim dan mengendalikan diri dalam menggunakan gawai agar tidak mengganggu aktivitas dan cita-cita. Selanjutnya, aktif dalam kegiatan positif bersama kelompok, seperti bakar ayam bersama atau kerja bakti membersihkan sampah, agar waktu tidak habis menyendiri di kamar.

Berbagai masukan dari peserta diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi LDII Luwu Timur dalam menyusun pembinaan generasi muda yang lebih tepat sasaran.

FGD ditutup oleh Subdihadi. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur karena acara terlaksana dengan baik dan waktunya pas. Menurutnya, antusiasme peserta mencerminkan semangat untuk mengembangkan LDII dan semangat dalam beribadah. Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dikembangkan LDII Luwu Timur.

“Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan membawa manfaat dan kebarokahan, sehingga semua yang direncanakan dapat berjalan lancar,” ungkap Subdihadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *