Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Makassar menggelar pengajian pendalaman Al-Qur’an bagi mubaligh dan mubalighot di Masjid Nurul Huda Makassar pada 19–21 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 380 peserta pilihan yang berasal dari berbagai DPD LDII kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai upaya memperkuat kualitas dakwah sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr H Muhammad SAg MAg. Ia menegaskan pentingnya pendalaman Al-Qur’an sebagai fondasi utama bagi para mubaligh dan mubalighot dalam menyampaikan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Pemateri pengajian adalah pengajar Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri KH Royyanul Musthofa SPdI.
Menurutnya Kepala Kementerian Agama Kota Makassar, tantangan masyarakat yang semakin kompleks menuntut para dai tidak hanya memiliki kemampuan memahami Al-Qur’an secara mendalam, tetapi juga mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan, solutif, dan memperkuat persatuan bangsa.
“Pendalaman Al-Qur’an menjadi bekal penting bagi mubalig dan mubaligah dalam menjalankan dakwah di tengah masyarakat yang terus berkembang,” ujar Dr H Muhammad SAg MAg.
Dalam sambutannya, H. Muhammad juga mengapresiasi perkembangan LDII yang dinilai semakin terbuka serta aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat maupun pemerintah.
Ia menilai organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan memiliki posisi strategis dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman, damai, religius, dan harmonis.
“Saya melihat LDII sekarang semakin banyak berkolaborasi. Ini hal yang baik karena organisasi keagamaan harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan umat,” katanya.
Lebih lanjut, H. Muhammad mengajak seluruh peserta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang mampu memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an akan selalu relevan dalam menjawab dinamika kehidupan masyarakat modern.
“Al-Qur’an akan selalu relevan sepanjang zaman. Semakin kita memahami kandungannya, semakin matang pula cara pandang kita dalam menjalani kehidupan dan menghadapi berbagai tantangan zaman,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Makassar, Dr Muammar Asykur MPd MA, menjelaskan bahwa kegiatan pengajian pendalaman Al-Qur’an merupakan bagian dari program pembinaan sekaligus regenerasi mubalig dan mubaligah agar mampu menjawab kebutuhan dakwah di era modern.
Ia menegaskan bahwa seorang mubalig tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta kemampuan membangun ukhuwah di tengah keberagaman masyarakat.
“Harapan utama kami adalah lahirnya generasi mubalig dan mubaligah yang religius serta memiliki wawasan kebangsaan. Dakwah tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia, bangsa, dan negara yang harus terus dijaga,” ungkap Muammar.
Melalui kegiatan ini, LDII berkomitmen mencetak mubaligh dan mubalighot yang profesional, moderat, adaptif terhadap perkembangan zaman, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pendalaman Al-Qur’an tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar LDII untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang dakwah, sehingga para mubaligh mampu menyampaikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat persatuan, dan mendorong terwujudnya masyarakat yang harmonis, humanis, religius, serta berkemajuan di Kota Makassar maupun Sulawesi Selatan.
