Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pengajian Tashih Al-Qur’an Muballigh-Muballighah se-Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) pada Kamis (28/8/2025) di Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Kota Makassar.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Bina Paham Keagamaan dan Hisab Rukyat Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin, S.Ag., M.Hi.
Dalam sambutannya, Nurdin memberikan apresiasi kepada LDII atas upaya berkelanjutan dalam membina para muballigh dan muballighah melalui penguatan pemahaman Al-Qur’an secara mendalam. Ia menekankan pentingnya menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam serta memperkuat dakwah yang santun, damai, dan inklusif.
Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat serta mencetak dai-dai yang tidak hanya mengerti kandungan Al-Quran, tapi juga memahami hikmahnya.
Ia juga berpesan agar para muballigh dan muballighah senantiasa menjadi agen perdamaian dan menjaga keharmonisan antarumat beragama. “Kita harapkan para muballigh bisa menjadi penyemangat, penyejuk, dan membawa pesan Islam yang rahmatan lil alamin,” lanjutnya.
Acara pembukaan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muhammad Abdullah. Sambutan dari DPW LDII Sulsel disampaikan oleh Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Prof. Dr. H. Sukardi Weda, yang mewakili Ketua DPW.
Wakil Ketua LDII Sulawesi Selatan Prof. Sukardi Weda menjelaskan bahwa pengajian ini merupakan bagian dari program pembinaan dai dan warga LDII agar lebih memahami nilai-nilai luhur dalam Al-Qur’an dan Hadis. Tema kegiatan, “Menggali Hikmah Al-Qur’an untuk Membangun Karakter Islami Menuju Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” dinilai sangat relevan di tengah tantangan zaman.
“Pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an menjadi kunci membangun karakter yang kuat, moderat, dan tahan terhadap arus informasi yang tidak sejalan dengan nilai Islam,” ungkapnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi utama yang disampaikan oleh Ustadz H. Muhammad Royyanul Mustofa, S.Pd.I., anggota Majelis Taujih wal Irsyad DPP LDII. Dalam ceramahnya, ia mengajak para peserta untuk melakukan tadabbur terhadap isi Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membentuk akhlak dan karakter Muslim yang unggul.
Pengajian ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (28/8/2025) sampai Sabtu (30/8/2025), dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Selain muballigh dan muballighah, turut hadir para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Roudhotul Jannah, serta Ketua Pesantren, Ir. Rahmat Wahid.
Dalam sambutannya, Prof. Sukardi juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program astacita atau delapan bidang pengabdian LDII kepada bangsa. Program-program tersebut mencakup wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, dan energi baru terbarukan.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Sulsel yang terus bersinergi dengan LDII. Bahkan di beberapa daerah seperti Maros dan Enrekang, dai LDII aktif mengajarkan baca tulis Al-Qur’an kepada warga binaan di lembaga pemasyarakatan,” ungkapnya.
Dalam tausiyahnya, Nurdin menegaskan bahwa LDII merupakan salah satu ormas Islam yang telah menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Islam yang ramah, bukan marah. Ia menyebut, dari hasil pemetaan paham keagamaan oleh Kemenag, LDII termasuk dalam 37 ormas Islam yang dinilai moderat.
“Kami melihat LDII sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kerukunan dan memperkuat dakwah Islam yang damai. Sudah saatnya nilai-nilai Islam kita bumikan, agar memberi manfaat dan rahmat bagi semua lapisan masyarakat,” tutupnya.
Rangkaian acara pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama dan wawancara tokoh-tokoh yang hadir. Pengajian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi LDII dalam menyiapkan dai-dai muda yang siap berdakwah secara santun, moderat, dan berdampak positif bagi umat dan bangsa.