Maros – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Maros secara resmi menyerahkan Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (SK PAW) Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Tanralili. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Sabilil Muttaqin, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu (17/12/2025).
SK PAW diserahkan langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Maros, Ibnu Rusyd, S.Si, kepada Ir. H. Marzuki Ukkas, DEA, yang resmi ditetapkan sebagai Ketua PC LDII Kecamatan Tanralili yang baru. Pergantian kepemimpinan ini dilakukan karena Ketua PC sebelumnya, Wega Eko Sulistiyo, berpindah domisili, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Dalam sambutannya, Ibnu Rusyd menegaskan bahwa proses PAW merupakan mekanisme organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan roda kepemimpinan dan program kerja LDII di tingkat kecamatan.
“Pergantian ini adalah bagian dari dinamika organisasi. Kami berharap Ketua PC yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan serta terus memperkuat peran LDII di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wega Eko Sulistiyo menyampaikan pesan dan harapannya kepada Ketua PC LDII Tanralili yang baru. Ia berpesan agar kepemimpinan selanjutnya dapat melanjutkan program organisasi serta menjaga dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait yang selama ini telah terjalin dengan baik.
“Saya berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan program LDII dan terus menjalin sinergi dengan pemerintah, aparat, serta tokoh masyarakat,” ungkap Wega.
Ketua PC LDII Tanralili yang baru, H. Marzuki Ukkas, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program pembinaan keagamaan, penguatan karakter warga LDII, serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat Tanralili.
Dengan pergantian kepemimpinan ini, LDII Kabupaten Maros berharap PC LDII Tanralili semakin solid, aktif, dan mampu berperan sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
