Makassar – Komitmen Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kembali ditunjukkan melalui kegiatan silaturahmi yang digelar Polsek Tamalate bersama masyarakat dan unsur pemerintahan setempat. Kegiatan bertajuk Tudang Sipulung ini mengusung tema Kearifan Lokal Bugis-Makassar: Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi, berlangsung di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/12/2025) malam.
Menariknya, sebelum kegiatan dialog dimulai, Forkopimcam/Tripika Kecamatan Tamalate yang terdiri dari Kapolsek Tamalate, Lurah Mannuruki, serta unsur TNI-Polri melaksanakan shalat Isya berjamaah di Masjid Nurul Huda. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara aparat pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Tamalate H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., Lurah Mannuruki Edwin Pahreza, S.IP., Ketua PC LDII Kecamatan Tamalate Sutrisno Sulaiman, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mannuruki, Ketua LPM, Ketua FKPM, Ketua KNPI, para Ketua RT/RW terpilih, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Ketua PC LDII Kecamatan Tamalate, Sutrisno Sulaiman, menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat berjamaah oleh Kapolsek dan unsur Forkopimcam di Masjid Nurul Huda menjadi bukti nyata kedekatan aparat dengan masyarakat serta pengakuan terhadap peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Kapolsek bersama unsur Forkopimcam melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nurul Huda. Ini menjadi teladan yang baik sekaligus mempererat ukhuwah antara aparat, LDII, dan masyarakat,” ujar Sutrisno.
Ketua PC LDII Tamalate Sutrisno Sulaiman mengapresiasi penuh kegiatan yang diinisiasi oleh Polsek Tamalate. Menurutnya, arahan Kapolsek memberikan pemahaman dan semangat baru bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan.
“Penjelasan Bapak Kapolsek tentang pentingnya menjaga kebersamaan dan kolaborasi ini sangat luar biasa. Ini menjadi ilmu dan semangat baru bagi masyarakat,” kata Sutris yang juga pengurus DMI ini.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kecamatan Tamalate.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di seluruh kelurahan dan serentak di Kecamatan Tamalate,” harap Sutris.
Setelah shalat Isya berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua PC LDII Kecamatan Tamalate, sambutan Lurah Mannuruki, serta sambutan Kapolsek Tamalate. Selanjutnya digelar dialog Tudang Sipulung yang membahas isu keamanan dan ketertiban masyarakat, kebersihan lingkungan, serta pentingnya menjaga persatuan pasca pemilihan RT/RW serentak.
Dalam dialog tersebut, Kapolsek Tamalate H. Muh. Thamrin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah mempercayai isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Ia menegaskan bahwa prasangka buruk dan hoaks sering menjadi awal perpecahan di tengah masyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu tabayyun atau mengklarifikasi setiap informasi yang diterima. Jangan mudah percaya isu yang tidak terkonfirmasi, karena itu bisa merusak persatuan,” tegas Kapolsek Tamalate.
Kapolsek juga menjelaskan bahwa kegiatan Tudang Sipulung ini merupakan sarana memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Tamalate yang baru sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.
“Kami ingin diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kecamatan Tamalate. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa saling mengenal, berkolaborasi, dan bersama-sama menjaga kamtibmas agar tetap kondusif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Lurah Mannuruki Edwin Pahreza menaruh harapan besar kepada LDII agar terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas wilayah pasca pemilihan RT/RW.
“Kami berharap LDII dapat terus berkolaborasi dengan RT dan RW terpilih untuk menciptakan kondisi yang aman dan terkendali di Kelurahan Mannuruki,” ungkapnya.
Kegiatan Tudang Sipulung yang berakhir sekitar pukul 21.30 WITA ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kearifan lokal Bugis-Makassar, yaitu saling memanusiakan (sipakatau), saling mengingatkan (sipakainge), dan saling menghargai (sipakalebbi), sekaligus mempertegas peran LDII sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
