Enrekang – Komitmen Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam membangun karakter bangsa kembali ditegaskan melalui pembinaan rutin di Masjid At-Taubah Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Enrekang, Kabupaten Enrekang, pada Kamis (19/2/2026)

Kegiatan pengajian ini mendapat perhatian khusus dengan hadirnya 2 orang tim dari DPP LDII untuk melakukan peliputan. Hadir pula mendampingi 2 tim dari Lines DPW LDII Sulawesi Selatan.

Peliputan tersebut bukan tanpa alasan. Dokumentasi kegiatan dakwah dan pembinaan mental spiritual warga binaan ini direncanakan akan diputar dalam rangkaian Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia pada Musyawarah Nasional (Munas) X yang dijadwalkan berlangsung April 2026 mendatang.

Bukti Kontribusi Nyata untuk Bangsa

Kehadiran tim DPP LDII menjadi penegasan bahwa program pembinaan di Rutan Enrekang dinilai strategis dan inspiratif. Sejak dimulai pada 2017, kerja sama antara LDII Kabupaten Enrekang dan pihak rutan telah berjalan konsisten, menghadirkan pengajian rutin satu kali dalam sepekan.

Materi yang diberikan meliputi bacaan Alquran metode Tilawati, praktik tata cara sholat jenazah, serta penguatan nilai-nilai akhlak dan keimanan. Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran spiritual warga binaan agar mampu memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Ketua LDII Kabupaten Enrekang, Hermansyah SAg, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa dakwah harus menyentuh seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan hukum.

“Pembinaan mental spiritual adalah bagian dari kontribusi LDII untuk bangsa dan negara. Kami ingin warga binaan memiliki bekal agama yang kuat agar saat kembali ke masyarakat, mereka tidak mengulangi kesalahan,” ujarnya.

Siap Ditampilkan di Munas X LDII

Rencana penayangan video dokumenter dalam Munas X DPP LDII menjadi simbol bahwa program dakwah di Rutan Enrekang bukan sekadar kegiatan lokal, tetapi memiliki nilai strategis secara nasional.

Melalui tayangan tersebut, LDII ingin menunjukkan bahwa pembinaan umat tidak terbatas pada ruang-ruang masjid di tengah masyarakat, tetapi juga menjangkau lembaga pemasyarakatan sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial.

Pihak Rutan Enrekang sendiri mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin hampir satu dekade ini. Program tersebut dinilai membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan, khususnya dalam aspek moral dan spiritual.

Dakwah Humanis dan Berkelanjutan

Program ini mencerminkan pendekatan dakwah yang humanis dan berkelanjutan. LDII memandang setiap individu memiliki peluang untuk berubah dan memperbaiki diri. Dengan pendampingan rutin, warga binaan diharapkan memiliki kontrol diri, kesadaran moral, serta kesiapan mental untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Peliputan oleh tim DPP LDII menjadi momentum penting yang memperlihatkan bahwa pembinaan mental spiritual di Rutan Enrekang telah menjadi bagian dari kontribusi nyata organisasi terhadap pembangunan karakter bangsa.

Dari balik jeruji, semangat perubahan terus ditumbuhkan—sebuah ikhtiar kolektif demi masa depan yang lebih baik bagi individu, masyarakat, dan negara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *