Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar menggelar Seminar Kesehatan Mental dan Hypnoterapi di Masjid Nurul Huda Makassar pada 23–24 Mei 2026. Kegiatan yang menghadirkan praktisi dan trainer hypnotherapy, Bondan Ricky Romadhon, ini dirancang dalam dua sesi berbeda. Hari pertama diperuntukkan bagi para orang tua dan tenaga pendidik melalui materi Hypnoparenting, sedangkan hari kedua dikhususkan untuk generasi muda dengan tema pemberdayaan diri melalui kesehatan mental dan hypnotherapy.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, orang tua hingga lansia. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta juga mengikuti sesi hypnotherapy yang memberikan pengalaman refleksi diri secara langsung.
Suasana seminar berlangsung hangat sekaligus emosional. Banyak peserta tampak larut dalam proses perenungan saat diajak mengenali dan melepaskan beban pikiran yang selama ini dipendam. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki perjuangan masing-masing yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.
Ketua DPD LDII Kota Makassar, Dr Muamar Asykur MPd MA, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi orang tua di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, menjadi orang tua saat ini tidak cukup hanya memahami kebutuhan anak secara kasat mata, tetapi juga perlu memiliki kepekaan untuk memahami kondisi emosional mereka. Karena itu, kesehatan mental dan ketenangan jiwa menjadi bekal penting agar orang tua mampu mendampingi serta mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik.
“Kita perlu menjadi orang tua yang lebih adaptif. Untuk memahami anak-anak di era sekarang, dibutuhkan hati yang tenang, mental yang sehat, dan kemampuan untuk merasakan apa yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri Bondan Ricky menekankan bahwa kesehatan mental berawal dari diri sendiri, khususnya dari lingkungan keluarga. Ia menyampaikan bahwa ketenangan dan kebahagiaan orang tua akan sangat memengaruhi tumbuh kembang anak.
“Orang tua yang tenang akan lebih mudah menenangkan anak-anaknya. Begitu pula orang tua yang bahagia akan lebih mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anaknya,” jelas Bondan dalam pemaparannya.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para peserta. Abc, salah seorang peserta yang merupakan ibu dari delapan anak, mengaku mendapatkan sudut pandang baru dalam mendidik anak di tengah kekhawatirannya terhadap tantangan zaman saat ini.
Ia merasa kegiatan tersebut memberinya keyakinan bahwa selalu ada jalan dan pendekatan yang dapat ditempuh untuk membangun pola asuh yang lebih baik.
Senada dengan itu, peserta lainnya, bcd, mengaku memperoleh banyak bekal praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan agar semakin banyak orang tua mendapatkan manfaat yang sama.
Bagi para generasi muda, seminar ini juga menghadirkan kesan mendalam. Jiwa Kaamilah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berhasil mematahkan stigma negatif yang selama ini melekat pada istilah hipnotis.
Menurutnya, materi disampaikan secara profesional dan edukatif sehingga peserta dapat memahami manfaat hypnotherapy sebagai sarana untuk mengenali diri dan berdamai dengan berbagai persoalan yang selama ini tersimpan.
“Materinya membuat kami lebih lega dalam menghadapi masalah yang selama ini dipendam. Kami diajak untuk berdamai dengan diri sendiri,” tuturnya.
Pengalaman serupa dirasakan Hadi, seorang peserta yang sehari-hari bekerja di bidang yang penuh tekanan. Ia mengaku datang dengan banyak beban pikiran terkait pekerjaan. Namun, satu pesan dari pemateri menjadi pelajaran yang paling membekas baginya.
“Masalah bukan tentang besar atau kecilnya, tetapi tentang seberapa lama kita menyimpannya di dalam diri,” katanya mengulang pesan yang ia dapatkan selama seminar.
Baginya, pesan tersebut menjadi pengingat untuk tidak terus-menerus memendam persoalan, melainkan segera mencari solusi, fokus pada langkah yang bisa dilakukan, dan tetap berusaha hidup bahagia.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kota Makassar berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental sebagaimana menjaga kesehatan fisik. Tidak hanya sebagai sarana menambah pengetahuan, seminar ini juga menjadi ruang aman bagi peserta untuk mengenali dirinya, melepaskan beban yang terpendam, serta menemukan kembali ketenangan dalam menjalani kehidupan.
