Makassar – Kelompok kerja Penggerak Pembina Generus (PPG) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar gelar seminar khusus keputrian yang bertemakan “Reproduksi Aman, Thoharoh Utama” di Masjid Baitul A’la Al Manshurin pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi putri LDII terutama terkait hukum hukum yang berkaitan erat dengan perempuan, khususnya pembahasan masalah mesntruasi.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mudi mudi se-Kota Makassar ini berisi tentang kajian bab thoharoh yang berhubungan dengan menstruasi mulai dari jenis cairan yang keluar apakah dihukumi haid atau tidak, menghitung masa menstruasi sehingga itu disebut haid atau istihadhoh, hingga tata cara mandi wajib.
Kegiatan ini diisi oleh salah satu muballighah LDII Kota Makassar Uswatun Hasanah, ia menekankan bahwa ada hukum-hukum yang berkaitan dengan jadwal menstruasi yang tidak boleh diremehkan.
“Seorang wanita yang sudah menstruasi perlu dapat membedakan mana darah haid dan mana darah istihadhoh, karena ketika perempuan mengalami istihadhoh, maka tetap wajib sholat dan berpuasa, ini penting karena sholat dan puasa merupakan salah satu rukun iman yang tidak boleh ditinggalkan,” jelas Uswatun dalam penyampaiannya.
Dalam penjelasannya, dijelaskan bahwa hitungan menstruasi berdasarkan hukum islam, minimal sehari semalam dan maksimal lima belas hari, sehingga jika diatas lima belas hari masih ada darah yang keluar, maka dihukumi istihadhoh dan tetap wajib untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi putri LDII Sulawesi Selatan, dapat selain berwawasan umum terkait kesehatan reproduksi juga memiliki pemahaman terkait hukum yang menyangkut menstruasi.
Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk tanya-jawab. Selain itu, kegiatan ini juga ditutup dengan kuis interaktif untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta setelah penyampaian materi. Berdasarkan hasil kuis tersebut dapat disimpulkan hampir 100% peserta dapat memahami kajian yang disampaikan.
Berdasarkan berbagai saran dan masukan yang dikumpulkan oleh panitia penyelenggara dari peserta melalui sticky notes yang disebarkan, mayoritas peserta menyebutkan puas dengan kegiatan seminar keputrian ini dan berharap akan ada lagi kegiatan seperti ini dengan tema yang lebih menarik.
