Luwu Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu Timur menggelar Pengajian Umum di zona Sorowako, Kecamatan Nuha, tepatnya di Masjid Al-Fattah, Jalan Pongkia, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini diikuti warga LDII gabungan dari Kecamatan Nuha, Towuti, dan Wasuponda.

Pengajian yang berlangsung secara tatap muka tersebut menjadi bagian dari agenda rutin organisasi dalam membina umat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris DPD LDII Luwu Timur Drs. H. Basruddin, Ketua Dewan Penasehat Abd. Qodir Sanusi, serta jajaran pengurus harian lainnya.

Acara dimulai pukul 09.00 WITA dan dipandu oleh MC Erlangga Endi Suhendi. Dalam sambutannya, Sekretaris DPD LDII Luwu Timur, Basruddin, menegaskan bahwa pengajian umum yang dilaksanakan di dua zona—Sorowako dan Tomoni—merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang religius, rukun, amanah, dan kompak.

“Pengajian ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Basruddin juga menyampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Jakarta, yang menetapkan H Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum DPP LDII, didampingi Sekretaris Umum Dr KH Tri Gunawan Hadi dan Bendahara Umum H. Richan Mudzakar.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh warga LDII untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi agama dan bangsa melalui program “3K”, yakni komunikasi, kontribusi, dan karya.

Sesi inti pengajian diisi kajian Alquran oleh Ustadz Mohsin yang mengupas makna ibadah kurban berdasarkan QS Al-Hajj ayat 34–37. Ia menekankan bahwa kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang telah disyariatkan sejak umat terdahulu, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

“Kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi wujud keikhlasan dan ketakwaan. Allah tidak melihat daging dan darahnya, melainkan ketulusan hati kita dalam beribadah,” jelasnya.

Menurutnya, ibadah kurban juga mengandung dimensi sosial yang kuat, karena mengajarkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menutup rangkaian acara, Ketua Dewan Penasehat LDII Luwu Timur, Abd. Qodir Sanusi, menyampaikan nasihat agama agar seluruh jamaah senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan memanfaatkan momentum ibadah kurban sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari dengan menjauhi sifat buruk seperti prasangka, iri hati, ghibah, dan adu domba.

“Kerukunan dan kekompakan harus dijaga dengan sungguh-sungguh, karena itu menjadi fondasi utama dalam membangun komunitas yang kuat dan harmonis,” tegasnya.

Pengajian ditutup pada pukul 11.15 WITA dengan doa yang dipimpin oleh dewan penasihat, Abd. Qodir Sanusi, menandai berakhirnya kegiatan yang sarat nilai spiritual dan sosial tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *