Luwu Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu Timur bersama Kelompok Kerja Penggerak Pembina Generus (PPG) kembali menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) 2026 sebagai upaya membentuk generasi muda yang berkarakter luhur, religius, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Fattah, Desa Nikkel, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Minggu (21/6/2026) itu diikuti santri dari zona Sorowako yang meliputi Kecamatan Nuha dan Kecamatan Towuti. Peserta berasal dari berbagai jenjang usia, mulai tingkat PAUD hingga SMP.

Festival berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta, guru TPQ, orang tua santri, dewan juri, serta Dewan Penasihat LDII yang turut hadir memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi penerus.

Dalam sambutannya, Sekretaris DPD LDII Kabupaten Luwu Timur, Drs. H. Basruddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran PPG yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga berjalan lancar sesuai rencana.

“Melalui Festival Anak Sholeh ini, saya berharap anak-anak semakin memahami dan mampu mengamalkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tersebut menjadi bekal penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang berakhlakul karimah, alim-fakih, mandiri, dan siap menghadapi gempuran teknologi digital,” ujarnya.

Menurut Basruddin, pembinaan karakter sejak usia dini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Anak Sholeh 2026 yang juga mewakili Ketua PPG, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa FAS merupakan program pembinaan yang memiliki nilai strategis bagi perkembangan generasi muda LDII.

“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi media pembinaan yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, melatih keberanian tampil, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia yang akan menjadi bekal mereka hingga dewasa,” kata Rahmat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi hasil pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pada tingkat Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Nuha dan PC LDII Kecamatan Towuti.

Berbagai cabang lomba digelar untuk mengukur kemampuan sekaligus mengembangkan potensi para santri. Di antaranya lomba cerdas cermat, adzan dan iqamah, hafalan doa, hafalan surat-surat pendek, dai cilik, yel-yel, hingga lomba mewarnai bagi peserta usia dini.

Selain meningkatkan kompetensi keagamaan, perlombaan tersebut juga bertujuan membangun mental positif, kemampuan komunikasi, sportivitas, kerja sama, serta keberanian tampil di depan umum.

Setelah melalui rangkaian perlombaan yang berlangsung sepanjang hari, PC LDII Kecamatan Nuha berhasil meraih Juara Umum Festival Anak Sholeh 2026. Para pemenang memperoleh piagam penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Rahmat Hidayat menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua santri, para guru TPQ, dewan juri, serta para donatur yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Keberhasilan Festival Anak Sholeh ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua santri, para donatur, dan semua yang telah berkontribusi dalam membina tumbuh kembang karakter luhur generasi muda LDII. Semoga tahun depan kita semua diberikan kesehatan sehingga dapat kembali menyelenggarakan Festival Anak Sholeh yang lebih baik dan lebih bermanfaat,” tuturnya.

Melalui Festival Anak Sholeh 2026, DPD LDII Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun generasi penerus yang memiliki pemahaman agama yang kuat, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu menjadi bagian dari terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Program pembinaan berkelanjutan seperti ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter luhur sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *