Bantaeng – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bantaeng menggelar pengajian rutin bertema “Makna Kemerdekaan dan Peran Umat dalam Mengisi Pembangunan Bangsa” di Masjid Nurul Mahmud, Desa Lonrong, Kabupaten Bantaeng, Minggu (2/8/2026).

Pengajian yang diikuti sekitar 100 jamaah dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Bantaeng itu menjadi momentum untuk merefleksikan makna kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen warga LDII dalam berkontribusi bagi pembangunan bangsa melalui pembinaan karakter, penguatan keagamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua DPD LDII Kabupaten Bantaeng, Hanafi, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan amanah besar yang harus dijaga dan diisi dengan karya nyata. Menurutnya, peringatan HUT RI tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa melalui kontribusi positif di berbagai bidang kehidupan.

“Kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga persatuan, meningkatkan akhlak, memperkuat keimanan, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Hanafi.

Ia menambahkan bahwa LDII terus mendorong warganya untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa melalui pembinaan sumber daya manusia yang profesional, religius, dan berkarakter luhur.

Semangat Kemerdekaan Sejalan dengan Nilai-Nilai Islam

Materi utama pengajian disampaikan oleh Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Bantaeng, H. Abd. Aris. Dalam tausiahnya, ia menjelaskan bahwa semangat mencintai tanah air memiliki keterkaitan erat dengan ajaran Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana introspeksi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap bangsa.

“Semangat para pahlawan harus diteruskan dalam bentuk pengabdian. Hari ini perjuangan tidak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan meningkatkan kualitas iman, ilmu, akhlak, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurut Abd. Aris, umat Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan, merawat kerukunan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

Dalam pengajian tersebut, H. Abd. Aris juga menjelaskan delapan bidang pengabdian yang menjadi fokus kontribusi LDII kepada masyarakat, yaitu kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi Syariah, ketahanan pangan, lingkungan hidup, dan teknologi digital.

Menurutnya, delapan bidang tersebut merupakan bentuk implementasi dakwah yang tidak hanya berorientasi pada aspek ibadah ritual, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Nilai-nilai Islam harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui berbagai program di bidang pendidikan, lingkungan, ekonomi, kesehatan, hingga teknologi, umat Islam dapat menjadi bagian dari pembangunan bangsa,” jelasnya.

Perkuat Persatuan dan Doakan Bangsa

Hanafi berharap tema-tema kebangsaan seperti ini terus dikembangkan dalam pengajian di tingkat PAC maupun PC LDII agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

Menurutnya, LDII berkomitmen menjadi organisasi yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga aktif mendukung pembangunan daerah dan nasional melalui penguatan karakter, pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, LDII ingin terus hadir memberikan manfaat. Kami percaya bahwa menjaga keutuhan NKRI, membangun karakter generasi muda, dan mendukung program pemerintah merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Melalui pengajian ini, DPD LDII Kabupaten Bantaeng menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kontribusi di berbagai sektor kehidupan, warga LDII diharapkan mampu menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *