Makassar – Pengurus DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) beraudiensi dengan Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar di Kantor BMKG IV Makassar, Jalan Prof Abdurahman Basalamah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/10/2026) pagi.

Hadir Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Dr Nasrol Adil SSi MT, Kepala Bagian Tata Usaha Muhammad Said SE MM, Koordinator Pengamatan Hilal BMKG R Jamroni, dan staf lainnya. Turut hadir Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Jawiana Saokani SSi MPd, Dr Mira Nila Kusuma Dewi SH LLM, Dr Teri SE MSi Ak CPA, Ilmaddin SPd, dan tim media LDII Sulawesi Selatan.

Pertemuan membahas rencana pelatihan rukyatul hilal pada 11 Oktober 2026. Selain itu, akan dilakukan pengamatan hilal di setiap awal Bulan Hijriah.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha BBMKG Wilayah IV Makassar, Muhammad Said SE MM, menyambut positif rencana kolaborasi antara BMKG dan LDII Sulawesi Selatan dalam kegiatan rukyatul hilal.

“Bagi kami, BMKG sangat menerima secara positif usulan kerja sama yang disampaikan pihak LDII, apalagi kegiatan ini berkaitan dengan pengamatan rukyatul hilal. Bukan hanya pengamatannya, tetapi juga edukasi dan pelatihan yang diberikan kepada pengurus LDII di daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pengurus LDII mengenai tata cara pengamatan hilal yang baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku di BMKG.

“Kami akan memberikan edukasi dan pelatihan pengamatan hilal sesuai prosedur BMKG. Pengamatan hilal merupakan salah satu tupoksi kami, sehingga kami menyambut baik usulan ini dan berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan secara profesional,” katanya.

Terkait rencana pengamatan hilal yang dilakukan secara rutin setiap bulan, Muhammad Said mengatakan kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk tanggung jawab bersama antara BMKG dan organisasi keagamaan yang terlibat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tupoksi kami yang harus dilaksanakan setiap awal bulan Hijriah. Ketika ada organisasi keagamaan yang ingin melaksanakannya, tentu saja kami akan mendukung. Dengan dilakukan secara bersama-sama, kita akan memiliki tanggung jawab bersama dalam pengamatan tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, kolaborasi dalam pengamatan hilal juga dapat memperkaya hasil pengamatan karena terdapat kemungkinan perbedaan hasil antara pengamatan yang dilakukan BMKG dan lembaga atau organisasi lainnya.

“Dengan adanya kolaborasi dalam pengamatan hilal, hasil pengamatan dapat semakin ditingkatkan karena hasil yang kami amati bisa saja berbeda dengan pengamatan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu sendiri. Karena itu, hasil pengamatan tersebut dapat dikombinasikan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Jawiana Saokani SSi MPd, menjelaskan audiensi tersebut merupakan tindak lanjut arahan DPP LDII agar pengamatan hilal dilakukan secara rutin setiap bulan.

“Tentu kita tahu bahwa DPW LDII Sulsel mendapatkan arahan dari DPP bahwa kami harus mengamati hilal setiap bulan. Karena itu, SDM kami perlu di-upgrade agar dapat memahami pengamatan hilal dengan baik,” ujarnya.

Jawiana menilai BMKG memiliki fasilitas dan sumber daya yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga kolaborasi dengan BMKG menjadi penting bagi LDII Sulawesi Selatan.

“Kami memahami bahwa BMKG memiliki fasilitas yang lengkap untuk mendukung kegiatan tersebut. Sehingga, kolaborasi ini sangat penting bagi kami,” katanya.

Kedepan, Jawiana menyampaikan LDII Sulawesi Selatan berharap dapat terlibat secara rutin dalam pengamatan hilal bersama BMKG, khususnya pada awal bulan Hijriah.

“Pertama, kami akan mengadakan pengamatan hilal. Kedua, kami berharap setiap awal bulan Hijriah, LDII, khususnya bidang keagamaan dan dakwah Islam, dapat ikut bersama-sama dengan pihak BMKG untuk mengamati hilal secara langsung dari Kantor BMKG,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *