Luwu Timur – Di tengah tantangan perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan perubahan sosial yang semakin cepat, pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi kebutuhan mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu Timur menggelar Cinta Alam Indonesia (CAI) 2026 sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juli 2026, di Masjid Thoriqul Jannah, Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, itu menjadi bagian dari strategi pembinaan generasi penerus agar memiliki karakter kuat, akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
CAI 2026 diikuti oleh 3–5 pemuda dan pemudi dari setiap Pengurus Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Luwu Timur. Para peserta dipilih sebagai delegasi yang nantinya bertugas menyampaikan kembali materi pembinaan kepada generasi muda di wilayah masing-masing, sehingga proses transfer ilmu dan nilai dapat berlangsung secara berjenjang dan berkelanjutan.
Ketua panitia menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang agar hasil pembinaan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi menyebar ke seluruh jaringan pembinaan generasi LDII di Kabupaten Luwu Timur.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai kepemimpinan, pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga implementasi 29 karakter luhur yang menjadi program pembinaan generasi LDII.
Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber, yaitu Saharuddin, Endi Suhendi, dan Rendika MF, yang mengajak peserta memahami pentingnya membangun karakter sebagai fondasi utama dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
Salah seorang pemateri, Endi Suhendi, menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kualitas karakter yang dimilikinya.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi bekal hidup bagi generasi, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Melalui kegiatan ini, pemuda diharapkan menjadi pribadi yang baik, tangguh, dan mampu memberikan manfaat di mana pun berada. Saya juga berpesan agar seluruh generasi bangsa terus semangat berjuang hingga akhir. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan,” ujarnya.
Menurut Endi, pembinaan karakter menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas kepemimpinan bangsa pada masa mendatang. Karena itu, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga integritas, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Luwu Timur, Syarif, menekankan bahwa pembinaan generasi merupakan salah satu prioritas organisasi dalam menyiapkan SDM yang profesional sekaligus religius.
Ia menjelaskan, melalui CAI 2026 peserta diajak memahami secara mendalam 29 karakter luhur yang menjadi pedoman pembentukan kepribadian generasi muda LDII. Karakter tersebut mencakup nilai-nilai kejujuran, amanah, kerja keras, disiplin, rukun, kompak, kerja sama yang baik, hingga semangat mengabdi kepada masyarakat.
“Pembinaan melalui CAI membahas secara mendalam 29 karakter luhur yang menjadi dasar pembentukan pola pikir dan akhlak generasi muda. Karakter-karakter tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang beretika, berakhlak mulia, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan hingga kepada generasi berikutnya,” kata Syarif.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan CAI 2026 yang dinilai berjalan dengan baik. Namun, menurutnya, kualitas pembinaan harus terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas.
“Kegiatan ini sudah baik dan harus terus ditingkatkan. Program yang telah dilaksanakan oleh DPD perlu ditindaklanjuti di masing-masing wilayah agar pembinaan generasi muda semakin maksimal. Apa yang sudah kita lakukan menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran untuk terus berbenah. Insyaallah, dengan semangat belajar dan memperbaiki diri, pembinaan generasi di Kabupaten Luwu Timur akan semakin berkembang dan lebih baik ke depannya,” ungkapnya.
Syarif menambahkan, keberhasilan pembinaan generasi tidak hanya diukur dari suksesnya penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana peserta mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarkannya kepada generasi lain di lingkungan masing-masing.
Melalui sistem pembinaan berjenjang, setiap peserta CAI diharapkan menjadi trainer of trainers yang mampu menghidupkan kembali materi-materi pembinaan di tingkat Pengurus Cabang. Dengan demikian, investasi pengembangan SDM tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan menjadi proses pembelajaran yang berkesinambungan.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen LDII dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sejalan dengan visi pembangunan nasional, yakni melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian sosial dan cinta tanah air.
Melalui CAI 2026, DPD LDII Kabupaten Luwu Timur berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu menghadapi tantangan era digital, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat. Dengan mengamalkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari, para peserta diharapkan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dan Indonesia.
