Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Makassar menggelar Pengajian Muda-Mudi bertema “Membentuk Generasi Muda Profesional Religius, Berkarakter, dan Berdaya Saing untuk Makassar MULIA”. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, di Masjid Nurul Huda, Jalan Mannuruki 9, Lorong 3, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Pengajian ini dihadiri 480 pemuda dan pemudi LDII Kota Makassar. Hadir sebagai pemateri dari Majelis Taujih Wal Ir-syad DPP LDII, H. Moch. Royyanul Musthofa, S.Pd.I., dan Mochammad Irsyaduddin N., S.Pd.
Ketua DPD LDII Kota Makassar, Dr. Muamar Asykur, M.Pd., menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya pembinaan generasi muda LDII yang digelar bersama Majelis Taujih Wal Irsyad DPP LDII. Tujuannya agar generasi muda memiliki karakter profesional religius, unggul, dan berkarakter. “Pembinaan ini sesuai dengan komitmen pemerintah setempat bahwa generasi muda harus bisa menyiapkan dirinya menghadapi tantangan di era digital sekarang,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan visi Kota Makassar. “Tagline di Makassar ini ada istilah Makassar MULIA, di mana Makassar harus unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan,” kata Muamar. Muamar berharap generasi muda di wilayah Makassar Selatan benar-benar memahami dan meyakini ajaran agama. “Kami berharap generasi muda di daerah Makassar Selatan ini betul-betul bisa memahami, bisa meyakini, bisa menjaga diri dari pelanggaran dan kemaksiatan,” tuturnya.
Sementara itu, pemateri dari Majelis Taujih Wal Irsyad DPP LDII, H. Moch. Royyanul Musthofa, S.Pd.I., menekankan pentingnya bekal ilmu agama bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ke depan. “Mereka kita bekali dengan ilmu agama, agar bisa membela diri dan memilih mana yang harus mereka lakukan. Karena ke depan tantangannya jauh lebih berat. Kalau mereka tidak tahu, tidak mengerti, takutnya terjerumus ke jalan yang salah,” ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, generasi muda diajak mengkaji Al-Qur’an dan Al-Hadis agar bisa membedakan yang benar dan yang salah. “Sehingga bisa memahami dosa, pahala, hak, batal, boleh dan tidak boleh,” katanya. Royyanul mengingatkan agar setiap langkah selalu mempertimbangkan manfaat dan mudarat, sebagaimana tuntunan Nabi: “Ketika kamu akan melakukan sesuatu, renungkan dulu akibatnya. Kalau baik, teruskan; kalau jelek, berhenti.”
“Itu yang kita sampaikan kepada generasi muda agar bisa terhindar dari pengaruh jelek, dan sama-sama berhasil masuk surga serta selamat dari neraka,” pungkasnya.
