Makassar — Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menerima kunjungan silaturahim dari jajaran pejabat Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam XIV/Hasanuddin di Kantor DPW LDII Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo No 96 B, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergi antara TNI dan masyarakat, khususnya melalui kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Kunjungan dipimpin oleh Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nopid Arif, S.Sos., M.Han., didampingi Letkol Inf Abd. Latief Japar, S.Sos. (Kepala Pelaksana Pembinaan Mental Bintaldam XlV/HSN) dan Lettu Kav Abdul Wahab (Penata Pembinaan Mental Bintaldam XlV/HSN). Rombongan diterima jajaran pengurus DPW LDII Sulsel di Sekretariat DPW LDII Sulsel, Makassar.

Pengurus DPW LDII Sulsel yang hadir antara lain H. Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom. (Ketua); Dr. Nashruddin, M.Pd. (Sekretaris); Dr. Tri Widayati Putri, S.Si., M.Si. (Wakil Ketua); Ilmadin Husain, S.Pd. (Wakil Ketua); Mesalina Tri Hidayani, S.Pi., M.Si. (Wakil Sekretaris); Hajar Abd. Rauf, S.T. (Wakil Sekretaris); Ilman Fadli, S.Pd. (Wakil Sekretaris); Ahmad Riefai, S.PWK. (Wakil Sekretaris); Saipul Anan (Ketua Biro KIM); serta A. Sriwati Hamzah, S.P. (Biro PP).

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan membahas berbagai peluang kerja sama dan kegiatan bersama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah rencana penanaman pohon mangrove di kawasan Hutan Mangrove Lantebung, Kota Makassar. Selain itu, rencana kerjasama pembinaan mental spiritual prajurit TNI di lingkup Kodam XIV/Hasanuddin dengan melibatkan mubalig dari LDII.

Program penanaman mangrove tersebut merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam membantu melindungi kawasan pantai dari abrasi, menjaga ekosistem pesisir, serta mendukung keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Selain penanaman mangrove, pertemuan juga membahas sejumlah rencana kegiatan kolaboratif lainnya yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, antara lain edukasi dan mitigasi bencana, mitigasi kebakaran, kepedulian terhadap lingkungan, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Kolonel Inf. Nopid Arif menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis antara TNI dengan berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai kegiatan positif yang tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Sementara itu, jajaran DPW LDII Sulsel menyambut baik silaturahim dan rencana kolaborasi tersebut. LDII memandang kerja sama dengan TNI sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, serta aktif memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Ketua DPW LDII Sulsel H. Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom. menegaskan bahwa LDII senantiasa terbuka untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh komponen bangsa dalam berbagai kegiatan yang positif dan konstruktif.

“Kami menyambut baik silaturahim dan rencana kerja sama ini. Mudah-mudahan komunikasi yang terbangun dapat semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat, khususnya dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya berbagai kegiatan bersama antara Kodam XIV/Hasanuddin dan DPW LDII Sulsel, dengan semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap dapat terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga Sulawesi Selatan dan Indonesia agar tetap aman, nyaman, dan memiliki lingkungan yang lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *