Bantaeng – Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Parangloe memadati Masjid Warotsatul Ambiya Candiko, Desa Parangloe, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu malam (14/3/2026), untuk melaksanakan itikaf dan sahur bersama dalam rangka meraih keutamaan malam Lailatul Qadr pada 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Kegiatan yang dimulai setelah salat Isya tersebut berlangsung dengan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Para jamaah memanfaatkan malam Ramadan dengan memperbanyak ibadah, mulai dari salat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, zikir, hingga doa bersama.
Ketua LDII Parangloe, Saldi Julianto, S.IP, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan itikaf dan sahur bersama di malam-malam yang penuh keberkahan ini. Semoga kita semua dapat meraih keutamaan dan pahala dari Allah SWT pada malam Lailatul Qadr,” ujarnya.
Itikaf merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam tradisi umat Islam, malam Lailatul Qadr diyakini sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga banyak umat Muslim yang memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Di Masjid Warotsatul Ambiya Candiko, para jamaah tampak khusyuk membaca Al-Qur’an secara bergantian, berdzikir, serta bermunajat memohon ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pengurus dan warga LDII, tetapi juga masyarakat sekitar yang ingin bersama-sama menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut itikaf di masjid ini. Suasananya sangat menenangkan dan menambah semangat untuk beribadah,” ujar salah satu jamaah yang mengikuti kegiatan tersebut.
Selain diisi dengan berbagai ibadah, kegiatan itikaf juga diakhiri dengan sahur bersama. Hidangan yang disajikan cukup sederhana, namun menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat di antara para jamaah.
Para warga saling membantu menyiapkan makanan sahur dan menikmatinya bersama sebelum melaksanakan salat Subuh berjamaah.
“Sahur bersama seperti ini terasa lebih nikmat karena dilakukan secara bersama-sama dan penuh kebersamaan,” kata salah seorang warga.
Masjid Warotsatul Ambiya Candiko selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat di Desa Parangloe. Berbagai kegiatan keislaman, mulai dari pengajian, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan sosial sering dilaksanakan di masjid tersebut.
Melalui kegiatan itikaf dan sahur bersama ini, warga berharap semangat ibadah pada bulan Ramadan dapat terus terjaga sekaligus mempererat tali silaturahmi antarjamaah.
Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menghidupkan masjid sekaligus meningkatkan kualitas ibadah masyarakat pada bulan suci Ramadan.
