Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menghadiri kegiatan syukuran dan ramah tamah yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar bersama Penggerak Donor Darah Sukarela (PDDS) dan para mitra di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Haji Andi Saleh Daeng Tompo, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang diperingati setiap 14 Juni. Momentum ini menjadi ajang apresiasi kepada para pendonor darah sukarela, penggerak donor darah, serta para pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam mendukung pelayanan kemanusiaan di Kota Makassar.

DPW LDII Sulawesi Selatan diwakili oleh Ketua Biro Penerangan, Komunikasi dan Media (Penamas), Junaedi Idris. Acara juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya perwakilan Kodam XIV/Hasanuddin, Polda Sulawesi Selatan, Kejaksaan, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas relawan donor darah.

Dalam kesempatan tersebut, PMI Kota Makassar memberikan penghargaan kepada pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 10 dan 25 kali, serta kepada Penggerak Donor Darah Sukarela (PDDS) dan aparat pemerintah mulai dari tingkat RT, RW hingga lurah yang berperan aktif menyukseskan kegiatan donor darah di wilayah masing-masing.

Junaedi Idris menyampaikan apresiasi atas paparan dan komitmen yang disampaikan Ketua PMI Kota Makassar, Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, serta Wali Kota Makassar dalam memperkuat gerakan donor darah di tengah masyarakat.

“Terima kasih atas penyampaian yang sangat inspiratif dari Ketua PMI Kota Makassar, Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, dan Wali Kota Makassar. Kami juga mengapresiasi capaian PMI Kota Makassar yang berhasil menghimpun 16.558 kantong darah melalui partisipasi masyarakat yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Junaedi, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap aksi kemanusiaan. Namun demikian, kebutuhan darah yang masih belum sepenuhnya terpenuhi menjadi tantangan bersama yang memerlukan kolaborasi lebih luas.

“Masih adanya kekurangan kebutuhan darah menunjukkan bahwa gerakan donor darah harus terus diperluas dan dijadikan budaya bersama. Ke depan diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara PMI, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat agar kebutuhan darah dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menilai tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan jumlah pendonor, tetapi juga menghapus berbagai anggapan keliru yang masih berkembang di masyarakat mengenai donor darah.

“Masih banyak mitos yang beredar, seperti donor darah menyebabkan tubuh lemah, tulang keropos, atau mudah sakit. Padahal donor darah yang dilakukan sesuai prosedur medis terbukti aman, bahkan memberikan manfaat melalui pemeriksaan kesehatan rutin bagi para pendonor,” jelasnya.

Karena itu, Junaedi menekankan pentingnya edukasi yang berkesinambungan agar semakin banyak masyarakat terdorong menjadi pendonor darah sukarela.

“Edukasi harus terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela. Dengan kolaborasi seluruh pihak dan semangat kemanusiaan, insya Allah kebutuhan darah di Kota Makassar dapat terpenuhi sehingga semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan,” ungkapnya.

Junaedi juga mengapresiasi perhatian PMI yang memberikan penghargaan berupa piagam dan hadiah kepada para pendonor, penggerak donor darah, serta aparat pemerintah mulai dari tingkat RT, RW hingga lurah yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan donor darah di wilayahnya.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk motivasi sekaligus pengakuan atas dedikasi para relawan dan aparat yang selama ini menjadi ujung tombak dalam menggerakkan masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin.

“Semoga semangat kemanusiaan dan keikhlasan para pendonor terus menjadi kekuatan dalam membantu sesama serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Makassar,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *