Pinrang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pinrang menggelar pengajian keputrian yang dirangkaikan dengan seminar kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan gratis bertajuk “Peduli Wanita, Kesehatan Reproduksi”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Babul Khoir Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII dalam meningkatkan literasi kesehatan generasi muda putri sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Selain diikuti generasi penerus (generus) putri LDII, acara tersebut juga melibatkan tenaga kesehatan dan akademisi untuk memberikan edukasi yang komprehensif.
Dokter dari Puskesmas Lampa Pinrang, Yaumil Akhir Masud, menjelaskan pentingnya memahami kesehatan reproduksi sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern. Dalam paparannya, ia mengulas tentang siklus menstruasi, deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), serta hak masyarakat memperoleh layanan kesehatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Agar dapat lebih mengenali alat reproduksinya serta bagaimana bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan tidak mudah terpengaruh yang dapat menjerumus ke arah hubungan seksual pranikah atau pergaulan bebas,” ujar Yaumil.
Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi akan membantu remaja putri mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan diri, sekaligus menghindarkan mereka dari berbagai risiko yang dapat berdampak pada masa depan.
Sementara itu, Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Cokroaminoto Pinrang, Andi Martini, menilai edukasi kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya menyangkut aspek kesehatan fisik, tetapi juga kesiapan menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
“Ke depannya kegiatan ini terus berlanjut, tidak hanya tentang kesehatan reproduksi, tapi juga berkaitan dengan dinamika remaja dan sosial di lingkungan sekitar, sehingga pengetahuan, pola pikir, dan pola hidup sehat mereka menjadi lebih baik. Serta dapat memahami secara nyata program-program kerja yang kami jalankan,” kata Martini.
Ia menambahkan, kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan tenaga kesehatan merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, dan gaya hidup sehat.
Perwakilan Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Pinrang, Jumali, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar kesehatan reproduksi memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi generasi putri dalam menjaga kesehatan dan memahami berbagai risiko yang dapat muncul apabila kurang mendapatkan edukasi yang tepat.
“Ini mendukung generus kita, karena tadi dijelaskan banyak sekali pengalaman-pengalaman atau ilmu menjaga kesehatan yang harus dipahami. Jadi kegiatan ini sangat positif, kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.
Selain seminar, peserta juga mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, pengukuran lingkar perut, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, serta edukasi mengenai Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test sebagai salah satu metode deteksi dini kanker serviks.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kabupaten Pinrang berharap generasi muda putri semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, serta memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan dan perkembangan sosial.
Program “Peduli Wanita, Kesehatan Reproduksi” tidak hanya menjadi ruang edukasi kesehatan, tetapi juga menunjukkan sinergi antara tenaga kesehatan, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik. (Firman/Lines Pinrang).
