Luwu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu memberikan apresiasi atas konsistensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu dalam membina generasi muda melalui program Cinta Alam Indonesia (CAI). Memasuki penyelenggaraan ke-15, kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu wadah strategis dalam membentuk karakter generasi penerus yang religius, mandiri, dan berjiwa kebangsaan.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, resmi dibuka pada Senin (6/7/2026). Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Luwu, Supriadi, SH., MH., mewakili Bupati Luwu, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali Baso Hidayat, SE, yang memberikan pembekalan kepada peserta, Kepala Desa Kadundung Parambung, jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Luwu, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Supriadi menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pembinaan karakter generasi muda.
Menurutnya, kegiatan seperti Cinta Alam Indonesia tidak hanya menjadi sarana pendidikan di alam terbuka, tetapi juga membentuk kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di kalangan pemuda.
“Saya berharap LDII dan Pemerintah dapat terus berkolaborasi dalam melakukan pembinaan generasi muda. Sinergi ini penting agar kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus berkesinambungan dan memberikan dampak jangka panjang bagi pemuda di Kabupaten Luwu,” ujar Supriadi.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam mencetak generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, agama, dan kebangsaan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Luwu Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Kepemudaan, Budaya, Olahraga, dan Seni, Supardi, S.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan CAI tahun 2026 merupakan pelaksanaan yang ke-15 sejak pertama kali digelar.
Menurutnya, keberlangsungan program tersebut menunjukkan komitmen LDII dalam melakukan pembinaan generasi penerus secara berkelanjutan.
“Pelaksanaan CAI di Desa Kadundung tahun ini adalah yang ke-15 kalinya. Artinya, program pembinaan generasi penerus (generus) melalui media cinta alam ini telah berjalan secara konsisten selama 15 tahun,” ungkap Supardi.
Ia menjelaskan, konsep Cinta Alam Indonesia memadukan pendidikan karakter, pembinaan spiritual, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di alam terbuka, tetapi juga dilatih membangun kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
Selain kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kecintaan terhadap alam sebagai bagian dari pembentukan pribadi yang tangguh.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali Baso Hidayat memberikan pembekalan kepada para peserta mengenai pentingnya mempersiapkan diri menjadi generasi yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pelaksanaan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-15 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara LDII Kabupaten Luwu dan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, LDII berkomitmen mencetak generasi muda yang profesional religius, berakhlakul karimah, cinta lingkungan, serta siap berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Luwu dan Sulawesi Selatan.
