Makassar – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menghadiri undangan pimpinan Bank Syariah Indonesia Region X Makassar di UMKM Center BSI, Jalan Sungai Saddang Lama, Kota Makassar, Kamis (21/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi dan keberlanjutan kerja sama antara LDII dan BSI dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat berbasis syariah.

Silaturahim yang berlangsung hangat itu membahas berbagai peluang kolaborasi, khususnya penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan LDII Sulawesi Selatan. Selain itu, pertemuan juga membicarakan rencana Seminar UMKM LDII Sulsel yang insyaAllah akan digelar pada 7 Juni 2026 mendatang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro SSos MIKom, Sekretaris Dr Nashruddin SPd MPd, Wakil Ketua Dr Mira Nila Kusuwa Dewi SH LLM MKn, Hatta Tohuri AMd, dan Mukhlisa Nur Andini Mukhtar SIP,

Ketua LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro mengatakan, silaturahim bersama pihak BSI merupakan langkah membangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara LDII dan lembaga perbankan syariah.

“Kerja sama ini sebenarnya sudah berjalan dari tingkat DPP dan juga telah dilakukan di beberapa daerah lain. Di Sulawesi Selatan, kami ingin menindaklanjuti dan memperkuat kolaborasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Asdar, LDII mendorong warganya untuk menggunakan layanan perbankan syariah sebagai bagian dari upaya menghindari praktik transaksi ribawi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami terus mengingatkan dan menyemangati warga LDII agar melakukan transaksi yang syariah dan halal menurut hukum agama, baik dalam menabung maupun aktivitas keuangan lainnya,” katanya.

Ia menilai, kolaborasi dengan BSI juga dapat membuka peluang besar bagi pengembangan UMKM warga LDII, terutama dalam akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga edukasi ekonomi syariah.

Asdar menambahkan, Seminar UMKM LDII Sulsel yang akan dilaksanakan pada awal Juni mendatang diharapkan menjadi momentum memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sistem keuangan syariah.

“InsyaAllah seminar nanti juga akan kami kolaborasikan dengan pihak BSI. Kami sudah mendapatkan banyak penjelasan dan masukan yang sangat positif untuk ditindaklanjuti bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Asdar mengungkapkan bahwa LDII dan BSI berencana menyusun nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) sebagai landasan kerja sama jangka panjang.

“Mudah-mudahan silaturahim ini benar-benar memberikan solusi terbaik bagi warga LDII agar transaksi keuangan, baik menabung, pembiayaan maupun kegiatan ekonomi lainnya, dilakukan dengan prinsip syariah,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *